UMP Jakarta 2020, Standar Terbaru Gaji Karyawan Jakarta

Kenaikan UMP Jakarta 2020 merupakan salah satu hal yang banyak diharapkan oleh para pekerja atau karyawan, terutama bagi karyawan yang bekerja di ibu kota. Tingginya biaya hidup di ibu kota membuat para penduduknya sangat berharap terhadap kenaikan UMP Jakarta.

Upah Minimum Provinsi atau UMP adalah upah minimum yang diberlakukan untuk seluruh kabupaten/kota di satu provinsi. UMP biasanya digunakan perusahaan sebagai patokan atau standar minimum penggajian karyawan.

UMP Jakarta 2020, Perbedaannya dengan UMR dan UMK

Upah Minimum Provinsi atau UMP Jakarta 2020 saat ini mengalami kenaikan sebesar 8,51% yakni menjadi Rp. 4.276.349, -. Kenaikan UMP Jakarta 2020 diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.78 Tahun 2015, serta Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 121 Tahun 2019.

Kenaikan UMP biasanya ditetapkan berdasarkan aspek-aspek tertentu seperti upah minimum tahun berjalan, inflasi, serta pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi nasional pada tahun 2019 adalah 3,39%, dan pertumbuhan PDB sebesar 5,12%, sehingga kenaikan UMP menjadi 8,51% dari UMP sebelumnya. Jika UMP sebelumnya adalah Rp. 3.940.972, maka setelah mengalami kenaikan sebesar 8,51% UMP Jakarta menjadi Rp. 4.276.349, -.

Kenaikan UMP Jakarta 2020 tersebut berlaku bagi semua pekerja lajang yang domisili tempat kerjanya berada di wilayah Jakarta dengan masa kerja kurang dari satu tahun. UMP akan diberlakukan jika Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tidak dapat ditetapkan di wilayah tersebut.

Perbedaan UMP, UMR dan UMK

Secara umum, upah minimum merupakan standar yang ditetapkan pemerintah sehubungan dengan upah pekerja di sebuah badan usaha yang meliputi upah pokok dan tunjangan tetap. Ada beberapa istilah lain mengenai upah minimum yang berlaku di setiap daerah atau kota, yakni Upah Minimum Regional (UMR), Upah Minimum Provinsi (UMP), dan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK). Ketiga jenis upah tersebut memiliki definisi dan cakupan wilayah yang berbeda.

Baca juga >>
10 peluang usaha sampingan modal kecil terbaru 2018

Upah Minimum Regional (UMR) merupakan salah satu istilah yang paling banyak dikenal di masyarakat. UMR merupakan upah minimum yang ditetapkan oleh gubernur sebagai standar atau acuan dalam penetapan nominal gaji yang digunakan oleh perusahaan atau suatu badan usaha. Penetapan nominal UMR disesuaikan dengan angka Kebutuhan Hidup Layak atau KHL.

Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No. Kep-226/MEN/2000, istilah UMR diubah dan dilebur menjadi beberapa istilah lainnya yakni:

  • Upah Minimum Regional Tingkat I (UMR Tk. I) diubah menjadi Upah Minimum Propinsi (UMP)
  • Upah Minimum Regional Tingkat II (UMR Tk. II) diubah menjadi Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK)
  • Upah Minimum Sektoral Regional Tingkat I (UMSR Tk. I) diubah menjadi Upah Minimum Sektoral Propinsi (UMSP)
  • Upah Minimum Sektoral Regional Tingkat II (UMSR Tk. II) diubah menjadi Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK)

UMP diberlakukan untuk seluruh Kabupaten/Kota di satu Provinsi, sehingga UMP merupakan standar atau patokan utama dalam penentuan upah karyawan. Sedangkan UMK merupakan upah minimum yang hanya berlaku di suatu daerah kabupaten/kota dan biasanya nominal UMK lebih besar dari nominal UMP.

Demikian informasi mengenai UMP Jakarta 2020 serta perbedaannya dengan UMR dan UMK. Perlu diketahui, UMP merupakan standar minimum yang wajib digunakan perusahaan sebagai acuan pengupahan karyawan. Perusahaan atau suatu badan usaha dilarang memberikan upah di bawah UMP yang telah ditetapkan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Order via Whatsapp !