Saat kita ingin melakukan investasi di negara lain, maka terdapat banyak sekali regulasi tambahan yang harus kita ikuti. Biasanya, regulasi tersebut akan mengikuti aturan dari negara yang bersangkutan.

Begitupun sebaliknya, ketika ada investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia, maka mereka harus mengikuti aturan yang terdapat di negara kita tercinta.

Dengan demikian, melakukan penanaman modal itu harus disertai dengan rencana yang tak setengah-setengah. Khusus buat seseorang yang baru terjun ke dalam dunia bisnis semacam ini, maka tak ayal akan membutuhkan sebuah jasa konsultan foreign direct investment seperti misalnya viettonkin consulting.

Viettonkin ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi penanaman modal asing yang berpusat di Vietnam, tetapi juga berkantor cabang di Jakarta, Bangkok, Singapura, dan Hongkong.

Nah, perusahaan semacam inilah yang nantinya akan memfasilitasi kita sebagai investor dalam negeri untuk bergabung dengan perusahaan luar negeri, dalam hal ini memfasilitasi intra-ASEAN dan menghubungkan investor di Asia Tenggara dengan di seluruh dunia.

Secara langsung, pekerjaan mereka tersebut akan mempromosikan hubungan bisnis internasional dan memperkuat koneksi antar negara.

Tapi sebelum kita mulai berbicara lebih lanjut secara panjang lebar mengenai penanaman modal asing, mending kita cek dulu jenis-jenisnya terlebih dahulu.

Dari sana, kita dapat membandingkan antara aktivitas investor asing di luar negeri dan dalam negeri, serta peranan Viettonkin di ranah tersebut.

Jenis Penanaman Modal Asing 815x504 1

Jenis Penanaman Modal Asing

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa jika suatu perusahaan menanamkan modalnya pada perusahaan lain di luar negeri, maka aktivitas berbisnis ini akan disebut sebagai penanaman modal asing, atau dalam bahasa Inggris berarti foreign direct investment (disingkat FDI).

Mengerti istilah dalam bahasa Inggris juga menjadi suatu kewajiban karena nantinya kita akan berhubungan dengan orang luar – yang sejatinya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional yang digunakan.

Pasar investasi sendiri merupakan ruang yang begitu sangat besar. Entah itu para investor individu atau perusahaan besar dapat ikut andil bagian di dalamnya.

Tapi sebelum buru-buru mengeluarkan modal dan bermimpi mendapatkan pundi-pundi uang setelah beberapa tahun melakukan investasi, ketahui dulu 4 jenis penanaman modal asing seperti yang telah dijabarkan berikut ini:

1. Penanaman Modal Horizontal FDI

Horizontal FDI (foreign direct investment) mungkin menjadi jenis penanaman modal asing yang paling umum, karena bidang yang diambil oleh investor dan perusahaan penerima modal ada di jalur yang sama.

Misalnya, kita memiliki perusahaan yang bergerak di bidang produk kecantikan. Kemudian berkat perkembangan bisnis di Indonesia yang begitu cepat, akhirnya kita pun ingin bertindak menjadi investor di negara asing dengan cara menginvestasikannya di perusahaan yang menjalankan bisnis serupa – atau mendirikan perusahaan di negara asing.

Horizontal FDI cenderung lebih disukai oleh investor karena mereka merasa lebih aman untuk berinvestasi di bidang yang telah mereka ketahui atau kuasai sebelumnya.

2. Penanaman Modal Vertikal FDI

Kebanyakan orang mungkin akan berpikir bahwa Vertikal FDI menjadi kebalikan dari Horizontal FDI – padahal tidak sepenuhnya benar.

Terkadang, vertikal FDI masih berada di rantai produksi yang sama, sekalipun secara kategori bisnisnya berbeda.

Contohnya, sebuah perusahaan yang menjual kopi luwak di Vietnam berinvestasi di perusahaan penanaman (atau produksi) kopi luwak di Indonesia.

Sekalipun secara kategori bisnisnya berbeda, akan tetapi keduanya masih dalam rantai pasokan yang sama.

Untuk alasan ini jugalah, vertikal FDI dibagi ke dalam dua kategori lagi, yakni backward vertical FDI dan forward vertical FDI.

Bedanya adalah,

  • Backward Vertical FDI berinvestasi pada rantai pasokan dari bawah ke atas. Misalnya, dari café kopi luwak di Italia ke produsen pengolahan di Vietnam. Atau produsen pengolahan di Vietnam ke perusahaan penanaman kopi luwak di Indonesia.
  • Forward Vertical FDI sebaliknya, yakni investasi pada rantai pasokan dari atas ke bawah. Misalnya, perusahaan penanaman kopi luwak di Indonesia berinvestasi ke produsen pengolahan kopi di Vietnam, lalu sampai ke café kopi luwak di Italia.

Salah satu keunggulan dari Vertikal FDI ini saling membantu satu sama lain dalam menciptakan produksi barang secara berkesinambungan – dan bahkan terkadang dengan harga produksi yang jauh lebih murah dan terjangkau.

3. Penanaman Modal Conglomerat FDI

Jika kamu bertanya-tanya jenis FDI mana yang melibatkan dua industri yang sama sekali berbeda, maka jawabannya bukanlah horizontal ataupun vertikal, melainkan Conglomerat FDI.

Secara prosesnya masih sama seperti dua jenis FDI di atas, hanya saja sang investor harus benar-benar mempertimbangkan secara cermat mengenai keputusannya dalam berinvestasi di bidang yang berbeda dengan perusahaan yang tengah mereka jalankan.

Ini karena Conglomerat FDI cenderung menghasilkan lebih banyak resiko dibandingkan dengan Horizontal dan Vertical, dimulai dari pengetahuan, tujuan, rantai pasokan, dan – tentu saja – pengalaman yang harus kita dalami terlebih dahulu.

4. Penanaman Modal Platform FDI

Jenis penanaman modal asing yang terakhir dan kurang dikenal adalah berupa Platform FDI. Meskipun kurang begitu diminati, akan tetapi cukup menarik perhatian beberapa orang yang ingin meningkatkan branding merk mereka di mata dunia.

Pasalnya, aktivitas Platform FDI ini akan berekspansi ke lebih dari 1 negara asing saja, yang mana produknya akan diekspor ke berbagai negara.

Misalnya, merk kopi luwak di Indonesia mendirikan pabrik pengolahan kopi di Amerika Serikat, akan tetapi produknya tersebut diekspor ke negara ketiga seperti Brazil, Jepang, China, dan sebagainya.

Dengan begitu, merk produk kita akan semakin terbranding dalam sekali dayung ke berbagai macam negara. Hanya saja tantangannya terletak pada regulasi dan biaya perpajakan yang lebih tinggi daripada ketika jenis FDI di atas.

Jenis Penanaman Modal 815x510 1

3 Hal Penting Sebelum Beraksi

Dari sini saja kamu pasti sudah tahu jenis FDI mana yang akan kamu ambil dan paling cocok dengan situasi bisnis kamu saat ini.

Tapi bukan berarti bisa dilakukan dengan hanya menjentikan jari saja. Sebaliknya, kita harus tahu terlebih dahulu 3 hal penting sebelum benar-benar berinvestasi besar-besaran kepada sebuah perusahaan di luar negeri.

Dikarenakan masing-masing negara memiliki regulasi yang berbeda, maka sebagai contoh kita ketahui dulu regulasi penanaman modal asing yang diberlakukan di Indonesia.

Secara garis besarnya, 3 hal penting tersebut meliputi dokumen yang diperlukan, modal awal yang dibutuhkan, dan penerbitan dokumen pendaftaran investasi dari pemerintah.

1. Siapkan Dokumen yang Dibutuhkan

Khusus untuk di Indonesia, FDI ini dikelola oleh sebuah badan hukum yang disebut sebagai PMA, atau Penanaman Modal Asing, yang mana memfasilitasi investor asing yang melakukan bisnis di negara kita.

Pembentukan PMA ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Menurut UU tersebut, para investor asing haruslah mendatangi Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM, yaitu sebuah perusahaan manajemen investasi pemerintah Indonesia yang berurusan dengan keuangan asing.

Adapun tahapannya adalah sebagai berikut:

  • Membuat Akta Pendirian dan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia untuk mendirikan Perseroan Terbatas (PT).
  • Membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  • Membuat Surat Keterangan Domisili.
  • Membuat Sertifikat Pendaftaran Perusahaan.
  • Izin Usaha Sementara selama satu tahun (opsional).
  • Izin Usaha Tetap.

Dokumen ini diperlukan saat investor asing ingin menginvestasikan modal mereka atau berbisnis di negara kita.

Kurang lebih dokumentasi di atas pun akan dibutuhkan jika kita ingin berinvestasi di negara orang lain, hanya saja dengan syarat tambahan atau dengan istilah yang berbeda.

Jika sudah mempersiapkan dokumen di atas secara mendetail, maka selanjutnya harus mempersiapkan modal yang dibutuhkan.

2. Minimal Modal yang Diwajibkan

Jika entitas asing bermaksud untuk berinvestasi atau berbisnis di negara kita secara legal sebagai perusahaan penanaman modal asing (PMA), maka minimum biaya investasi yang harus dipersiapkan adalah Rp.10 Milyar.

Jika melihat nilai tukar ke US Dollar per tanggal 15 Juni 2022, maka investor asing bersangkutan haruslah mempersiapkan dana $70.000.

Dari total dana tersebut, 25% diantaranya haruslah disetor sebagai aset atau jaminan. Dengan kata lain, dana setoran tersebut haruslah minimal Rp.2,5 milyar rupiah.

Tapi perlu dicatat bahwa beberapa industri yang padat dan ramai seperti finansial, pertambangan, dan manufaktur mungkin akan membutuhkan jumlah yang jauh lebih besar.

Jangan salah sangka dulu! Jumlah minimum investasi ini sangatlah diperlukan karena pemerintah ingin mempertahankan bisnis lokal untuk sektor ekonomi kecil dan menengah.

Dengan begitu, para pelaku bisnis UKM di luar negeri tidak bisa melakukan ekspansi ke dalam negeri seenak jidatnya demi melindungi pelaku bisnis dalam negeri secara merata dan seimbang.

Begitupun saat kamu ingin melakukan investasi ke negara asing. Akan ada minimal modal yang harus dipersiapkan karena pemerintah negara tersebut pastinya memiliki alasan dan rencana yang matang terhadap dana yang kita setor kepada mereka.

Jumlah tetap ekuitas yang disetor dan biaya aset ini akan membantu memastikan bahwa bisnis dapat berjalan dalam jangka panjang.

Dengan kata lain, minimal modal yang disuguhkan kepada kita dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan di kedua belah pihak, entah kita sebagai investor ataupun pemerintah dan rakyat di negara bersangkutan tempat kita berinvestasi.

3. Penerbitan Pendaftaran Investasi

Jika permohonan sang investor berhasil disetujui (minimal modal dan dokumen sudah lengkap), maka BKPM akan menerbitkan dan memberikan Sertifikat Penanaman Modal dalam waktu 1 hari kerja saja semenjak pengajuan.

Aturan ini berdasarkan Perintah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal No. 13 Tahun 2017 tentang Peraturan dan Tata Cara Penanaman Modan Perizinan dan Fasilitas Penanaman Modal.

Dokumen pendaftaran ini pun dapat berlaku selama 1 sampai 5 tahun tergantung dari situasi masing-masing investor, yang mana juga ditentukan oleh BKPM itu sendiri.

Hal ini pun berlaku saat kita ingin berinvestasi di negeri asing. Maka dari itulah, demi menghindari kesalahan dan ketidakpahaman di tengah jalan, ada baiknya menggunakan jasa konsultan foreign direct investment seperti Viettonkin Consulting.

Buat kamu yang penasaran, kita sedikit bahas bagaimana kiprah dan efek dari konsultan investasi tersebut terhadap bisnis kita dalam jangka panjang.

Jasa Konsultan Penanaman Modal Asing 815x506 1

Jasa Konsultan Penanaman Modal Asing

Siapapun atau apapun nama perusahaan yang kamu pilih, jasa konsultan penanaman modal asing haruslah berpengalaman dan memberikan benefit yang mampu membantu kita maju selangkah lebih depan.

Maka dari itulah, kita intip beberapa jasa yang disediakan oleh Viettonkin Cosulting sebagai contoh terbaik dari ranah bidang pelayanan konsultasi berbisnis tersebut.

Adapun beberapa jasa yang ditawarkan diantaranya:

1. Akuntan dan Layanan Pajak

Konsultan Penanaman Modal Asing haruslah menawarkan layanan akuntansi dan pajak demi memastikan kita tetap di jalur legalitas selama berbisnis di negeri asing.

Perpajakan ini nantinya haruslah sesuai dengan persyaratan undang-undang negara setempat bagi kita sebagai investor asing dan perusahaan multinasional ketika mulai berekspansi pada bisnis di pasar baru.

2. Audit dan Jaminan

Dokumentasi dan prosedur audit juga harus kamu manfaatkan dari jasa konsultan penanaman modal asing, dengan catatan harus memiliki nilai dan SDM yang berkualitas baik.

Dokumen dan prosedur dari audit serta jaminan ini haruslah dirancang dan diterapkan atas dasar pemahaman yang mendalam tentang sifat kegiatan dan lingkungan tempat kita berbisnis nanti.

Tanpanya, kita tak akan mampu memonitor aktivitas bisnis kita sehingga berpotensi terlunta-lunta di negeri orang.

3. Pendaftaran Perusahaan Global

Mengingat adanya perubahan regulasi dan birokrasi di setiap negara (terutama Asia Tenggara), maka sangat penting bagi kita untuk senantiasa berhubungan langsung dengan konsultan foreign direct investment yang telah memahami peraturan lokal dan budaya di negara tempat kita akan melakukan investasi nanti.

Jika kita dibantu oleh orang-orang yang telah mengenal medan, maka diharapkan bisa mengurangi drama saat proses pendaftaran bisnis berlangsung.

4. Manajemen Sumber Daya Manusia

Banyak perusahaan multinasional yang juga mengalami kekurangan staf SDM atau pengalaman yang diperlukan untuk mencapai tujuannya (terutama jika kamu adalah seorang investor perseorangan).

Maka dari itulah, penyedia jasa konsultan yang baik biasanya akan menutup kekurangan kita tersebut secara profesional.

5. Penasehat IT

Hampir segala bisnis di zaman sekarang telah berbasis teknologi, baik secara sebagian ataupun penuh.

Karena tekanan dan kebutuhan yang meningkat ini jugalah, jasa konsultan haruslah benar-benar melek terhadap teknologi berbasis bisnis internasional.

Tergantung permintaan dari kita, jasa konsultan bisa saja melakukan tugas terkait IT termasuk pengembangan, pengujian, hingga kontrol kualitas.

6. Legalitas

Saat bisnis kita mulai memasuki negara asing yang baru, maka kita akan disajikan dengan banyak sekali dokumentasi sebagai kebutuhan legalitas.

Tak ayal diantara para investor asing (seperti kita) seringkali menghadapi prosedur yang berlarut-larut, pendaftaran perusahaan yang dipenuhi oleh drama, serangan lintah penghisap darah, serta masalah yang mengharuskan kita mengeluarkan uang yang tak sedikit.

Jasa konsultan yang profesional tentunya dapat mengatasi berbagai macam masalah terkait dokumen tersebut dengan sekali lirikan saja!

7. Bantuan Kesiapan Market

Sekalipun uang di dompet kamu nampak tebal, akan tetapi membawa bisnis ke pasar baru untuk pertama kalinya masihlah bisa terasa menantang.

Biasanya, para penyedia jasa konsultan akan membantu kita dalam memberikan informasi, pengetahuan, pengalaman, dan dukungan yang kita butuhkan agar tak tersesat di tengah jalan.

Beberapa bantuan tersebut bisa berupa studi pra-kelayakan, studi kelayakan, riset pasar, kecocokan bisnis di tempat tertentu, perjalanan bisnis, hingga konsultasi pengembangan bisnis ke tahap berikutnya.

8. Konsultasi Perdagangan dan Pengadaan

Fakta menyebutkan bahwa globalisasi abad ke-21 ini telah melampaui aktivitas impor-ekspor dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu. Saking cepatnya, perjanjian global pun tercipta bernama WTO dan CPTPP.

Perjanjian ini akan membantu jaringan produksi dan rantai pasokan yang lebih lebar demi memperluas jangkauan investor di seluruh sektor dan negara.

Namun terlepas dari manfaat perdagangan global yang satu ini, lingkungan tertentu akan berdampak menjadi jauh lebih rumit bagi beberapa pelaku bisnis dan bisa jadi salah satunya adalah kita, seperti misalnya pada pengurusan sertifikat e reg bpom .

Efek tersebut bisa berupa meningkatnya biaya, masalah lingkungan, masalah kependudukan, peraturan setempat, dan kompleksitas dalam perdagangan internasional.

Jadi, dengan adanya jasa konsultan penanam modal asing diharapkan semua masalah mengerikan tersebut bisa diatasi dengan mudah.