Teknik White Hat SEO vs Black Hat SEO vs Gray Hat SEO 2017

Teknik White Hat SEO vs Black Hat SEO vs Gray Hat SEO 2017

Teknik White Hat SEO vs Black Hat SEO vs Gray Hat SEO 2017

Search Button SEON PORTAL BISNIS One Stop Solution Bisnis Online Indonesia Transparent

Apa itu Teknik White Hat SEO, Black Hat dan Gray Hat SEO !

Dalam dunia SEO website, kebanyakan dari kita pasti mengenal 2 teknik SEO yaitu SEO Onpage dan Offpage namun seringkali melupakan strategi – strategi khusus dalam meningkatkan kualitas sebuah situs. Secara alami, pengoptimalan SEO website memang mampu membuat situs mudah ditemukan dalam pencarian search engine sehingga menghasilkan rangking serta trafik tinggi. Disisi lain, ternyata strategi khusus itu terbagi menjadi 3 jenis yaitu  Teknik White Hat SEOBlack Hat SEO dan Grey Hat SEO. Inilah yang menjadi faktor terpenting dalam mendongkrak posisi situs di search engine. Untuk memulainya, mari cari tahu lebih dulu pengertian masing-masing jenis SEO tersebut.

 

1. Teknik White Hat SEO !

Teknik White Hat SEO merupakan teknik optimasi SEO yang baik dan benar sehingga tidak melanggar peraturan (Term Of Service) yang ditetapkan sebuah mesin pencari. Jadi jika anda ingin memperoleh hasil maksimal maka sangat disarankan untuk menerapkan White Hat SEO demi mendapatkan rangking tertinggi. Dahulu kala, teknik seo ini memiliki beberapa tujuan dimana salah satunya yakni meningkatkan page rank blog. Namun dengan berkembangnya alogaritma search engine khususnya Google, penilain suatu situs melalui page rank telah dihilangkan dan berganti alih ke Domain Authority (DA)  dan Page Authority (PA). Artinya bahwa semakin tinggi nilai DA maupun PA maka semakin bagus rangking situs di posisi SERP meski tidak selalu menjadi patokan terkuat.

Terlepas dari itu semua, para pakar ahli SEO juga berpendapat akan pentingnya melakukan teknik White hat karena paling aman daripada teknik SEO lainya. Adapun bagian – bagian yang termasuk didalamnya adalah jenis SEO Onpage dan SEO Offpage. Garis besarnya, Onpage dapat diartikan dengan optimasi suatu situs melalui faktor internal website sedangkan Offpage yakni optimasi situs melalui luar situs atau dalam hal ini biasa disebut dengan backlink. Berikut ulasan secara detailnya.

1. Optimasi konten

Umumnya seorang blogger atau siter pasti tahu jika optimasi konten diperlukan untuk menyuguhkan artikel – artikel bermanfaat bagi para pembaca. Oleh karenanya kuantitas dan kualitas isi konten akan menjadi perhatian khusus apalagi jika ingin mengoptimasi berdasar teknik SEO onpage.

2. Optimasi kata kunci

Melakukan optimasi kata kunci juga termasuk teknik white hat yang aman akan tetapi ada aturan – aturan tertentu ketika kita ingin membidik sebuah kata kunci (keyword). Sebaiknya keyword density dalam satu konten tidak melebihi dari 3,5% atau 5%. Contoh, saat membuat konten artikel sebanyak 500 kata maka jumlah kata kunci (keyword) bidikan tidak lebih dari 5 kalimat (tertulis random entah itu pada awal, tengah maupun akhir paragraf).

3. Memaksimalkan template

Siapa bilang template tidak berpengaruh terhadap SEO website ? Ternyata pilihan template-template SEO friendly maupun responsive sangat mempengaruhi penilaian oleh mesin pencari. Lebih dari itu, pengaturan terhadap CSS sampai dengan pengoptimalan dalam loading blog (ringan) juga menjadi nilai positif bahkan disukai search engine secara natural.

4. Meta tag sistematis

Memasang meta tag juga membantu robot spider dapat langsung membaca semua kode markup. Jadi tempatkan judul utama pada posisi yang jelas seperti dibawah head. Disisi lain unsur – unsur seperti meta description, kata kunci meta, Alt tag (keyword pada gambar), title tag, link berisi keyword dan unsur H1-H6 sebaiknya diterapkan sejak awal pembuatan sebuah situs.

5. Backlink terorganisir

Mencari backlink tidak hanya asal asalan dan agar bekerja dengan baik berdasar teknik White hat, maka carilah tautan balik berkualitas. Maksudnya disini adalah memilah milah komposisi backlink mulai dari DA-PA tinggi, dofollow-follow maupun searah (relevan) terhadap pembahasan konten di dalam situs.

 

Teknik Black Hat SEO !

Teknik Black Hat SEO adalah teknik optimasi untuk memperoleh rangking tertinggi di mesin pencari secara ilegal atau curang. Digambarkan dengan maskot logo topi warna hitam, jelas sekali jika teknik ini tidak disarankan karena akan beresiko besar terhadap badai deindex suatu situs. Memang efeknya sangat cepat bahkan hasilnya menjanjikan akan tetapi untuk jangka panjangnya berdampak buruk sehingga peringkat situs di mesin pencari dapat langsung menurun drastis sampai akhirnya terkena banned atau menghilang sama sekali dari SERP Google.

Bagaimanapun mengelabui search engine melalui penggunaan teks tersembunyi, halaman palsu, kepadatan kata kunci berlebihan dan lain lain sangat tidak dianjurkan walau memiliki tujuan sama persis dengan teknik White hat. Berikut diantara teknik Black Hat SEO yang masih berkembang sampai sekarang.

1. Keyword Stuffing

Merupakan penerapan sebuah kata kunci berlebihan dalam satu artikel atau blog tertentu. Mungkin kita pernah mendapati blog blog seperti ini di posisi serp google namun di kemudian hari tidak akan melihatnya lagi karena melakukan keyword stuffing berulang ulang hingga tidak wajar dan terkena deindeks google.

2. Link Farming

Merupakan salah satu teknik mengumpulan link ke satu halaman blog saja. Artinya satu halaman blog atau situs tersebut murni hanya berisi daftar link yang jumlahnya ratusan hingga ribuan dan tidak ada pembahasan konten atau topik tertentu. Jadi teknik ini bisa dikategorikan Black hat SEO.

3. Pengulangan Judul

Pengulangan judul dalam sebuah blog atau situs memang tidak dianjurkan mengingat langkah ini bisa dibilang teknik Black hat SEO. Misalnya saat kita membuat judul “Teknik Menulis” kemudian pada postingan artikel terdapat beberapa kata teknik menulis sampai puluhan sehingga bernilai negatif di mata mesin pencari.

4. Invisible Text

Yaitu Memutihkan kalimat tertentu pada artikel atau dengan sengaja memadukan antara warna background dan warna sebuah kata kunci (keyword). Jadi teknik ini bersifat ilegal yang membuat suatu keyword tidak terlihat oleh para pembaca. Maka sudah sangat jelas bila text tak terlihat masuk ke dalam golongan Black hat SEO.

5. Scraper Pages

Umumnya teknik scraper pages selalu menggunakan software khusus untuk menggenerated suatu konten kemudian memposting kembali pada halaman blog atau situs. Gampangnya, sebuah situs yang dijadikan sebagai sumber akan menjadi korban copy & paste open source artikel sampai mengolah ulang artikel tersebut kemudian pihak ketiga tanpa kesulitan menerbitkanya kembali . Tentu saja teknik ini benar benar illegal karena mengambil konten orang lain tanpa seijin pemiliknya.

6. Cloaked Pages (Doorway)

adalah fitur tertentu yang tersemat pada template dimana fungsi utamanya mampu memanipulasi halaman website atau situs. Jadi ketika para pengunjung mencari konten terkait kemudian mendapati bahwa situs tersebut hanya berisikan link link kata kunci (keyword) maka jelas sekali pemiliknya menggunakan cloaked pages.

 

Teknik Grey Hat SEO !

Teknik Grey Hat SEO adalah teknik SEO yang bersifat abu-abu, dengan kata lain memadukan dua teknik sebelumnya antara White hat dan Black hat di tambah teknik ilegal seperti cloaking, paid links, dan duplicate content. Tidak bisa dipungkiri kekuatan dalam mengoptimalkan suatu situs tentu tak langsung bisa dinilai negatif oleh mesin pencari karena penilaian berdasarkan robot bukan manusia. Sebenarnya, teknik Grey hat masih aman diterapkan namun tidak menutup kemungkinan pada akhirnya teknik ini akan ketahuan oleh mesin pencari dan akibatnya sebuah situs atau website terkena deindex selamanya. Jadi bukanlah solusi terbaik jika ingin memenangi persaingan di posisi SERP.

Demikianlah strategi SEO berdasar jenisnya. Diantara ketiganya, manakah yang akan anda pilih? Pastinya teknik White hat SEO harus menjadi pilihan utama demi mengesampingkan teknik Black hat maupun Grey hat karena sudah hampir pasti berdampak buruk terhadap situs dimana tinggal menunggu waktu saja. Semoga hadirnya penjelasan diatas dapat membantu anda mengenal lebih dekat tentang SEO (search engine optimization) secara mendalam dan mengambil keputusan yang tepat dan baik untuk website anda.

Perbedaan Google.com dan Google.co.id dalam Optimasi SEO Website

Perbedaan Google.com dan Google.co.id dalam Optimasi SEO Website

Perbedaan Google.com dan Google.co.id dalam Optimasi SEO Website

Search Button SEON PORTAL BISNIS One Stop Solution Bisnis Online Indonesia Transparent

Google memegang peranan penting sebagai penyalur trafik berupa kunjungan pengguna internet alias netizen. Ramai atau sepi sebuah website ternyata ditentukan langsung oleh “sang raja” situs mesin pencari (search engine). Oleh karena itu webmaster harus tunduk terhadap susunan peraturan milik Google agar memperoleh peringkat teratas pada hasil penelusuran kata kunci tertentu.

Saat ini Google dikenali netizen sebagai situs mesin pencari paling handal, akurat dan cepat. Kantor dan server perwakilan telah berdiri pada hampir seluruh negara dunia, adapun tujuan utama yaitu menampilkan hasil pencarian secepat kilat. Webmaster harus menguasai SEO jika mengincar trafik bejibun secara gratis dari Google. Jurus penakluk SEO tak boleh diterapkan sembarangan tanpa mengetahui lokasi target operasi.

Jika tujuan utama membangun website yaitu incar pengunjung lokal yang berasal dari Indonesia, maka webmaster harus memperagakan jurus SEO berfokus pada Google.co.id dan bukan Google.com atau server lainnya. Mengapa demikian? Apakah metode menaklukkan server lokal sama persis server internasional? Yuk pelajari lebih dalam mengenai seluk-beluk Perbedaan Google.com dan Google.co.id dalam Optimasi SEO milik Google.

SEO singkatan dari Search Engine Optimisation, yakni sebuah proses kreatif, analisis dan teknik yang mendongkrak “kehadiran” sebuah website pada hasil penelusuran mesin pencari untuk kata kunci tertarget. Tujuan utama SEO tak sekedar mencari trafik netizen secara gratis dari Google, namun mengkonversi kunjungan menjadi penjualan.

Google merupakan ladang promosi murah meriah nan efektif untuk dongkrak angka penjualan dibandingkan pasang iklan pada media massa skala lokal atau nasional. Google dalam beberapa tahun terakhir terus dioptimalkan sebagai alat pemasaran bisnis, mulai dari skala rumahan hingga bonafit. Hal itulah jadi awal mula kehadiran SEO sebagai penentuan peringkat website dari hasil penelusuran.

Webmaster wajib menjajal sejumlah jurus SEO supaya peringkat website terus beranjak naik untuk kata kunci tertarget. Google sebagai pemilik resmi dari layanan mesin pencari tak memberi sedikitpun kemudahan kepada webmaster. Semua laman website dipantau terlebih dahulu, kemudian diperiksa tingkat kelayakan sebelum masuk dan tersimpan ke database. Langkah ini sengaja dilakukan demi mencegah kehadiran website spam yang mengurangi kualitas hasil pencarian yakni kurang akurat dan berisi konten sampah.

Mempraktekkan jurus SEO itu gampang-gampang susah, salah ambil keputusan justru berakibat fatal bagi masa depan website. Oleh karena itu webmaster tak boleh gegabah dan tergoda cicipi “ilmu hitam”. Dunia SEO terbagi menjadi dua, yakni putih (White hat) dan hitam (Black hat). Website mengusung pilihan pertama justru lebih disukai Google karena mengikuti aturan berlaku.

Perbedaan Google.com dan Google.co.id dalam Optimasi SEO Website

Sebelum webmaster terjun penuh ke dunia SEO, sebaiknya menentukan target pasar terlebih dahulu. Seperti diketahui, layanan mesin pencari Google terbagi menjadi puluhan server di berbagai belahan dunia. Sebagian besar netizen Indonesia mungkin mengenali fungsi dasar Google.com dan Google.co.id dimana server lokal (co.id) lebih condong dipergunakan untuk pencarian lebih akurat berbahasa Indonesia, sementara server internasional lebih handal dalam pencarian berbahasa Inggris.

Sebenarnya jurus optimasi SEO Google.com dan Google.co.id tak berbeda sama sekali, kecuali sedikit modifikasi perihal bahasa dan target utama. Optimasi SEO Google.com merupakan pilihan tepat jika website mengincar skala internasional dengan target pengunjung sebagian besar dari USA, sedangkan optimasi SEO Google.co.id lebih cocok untuk website skala nasional dengan target pengunjung sebagian besar dari Indonesia.

Berikut ini beberapa cara mengoptimasi SEO pada Google.com, yaitu:

1. Pilih domain berekstensi populer seperti .com, .net, .biz dan .info.

2. Pemilihan kata kunci harus berbahasa Inggris, apalagi pengunjung target merupakan warga Amerika Serikat dan sekitarnya.

3. Pemilihan lokasi server menentukan prestasi. Disarankan menyewa hosting di Amerika Serikat.

4. Penulisan konten wajib berbahasa Inggris, oleh karena itu gaya penulisan sesuai grammar dan spelling.

5. Mencari backlink harus berasal dari lokasi serupa dan berbahasa Inggris. Cari tautan balik dari website yang hosting di server Amerika Serikat, masuk index Google.com dan bukan lainnya.

6. Jika mengoptimalkan sosial media sebagai salah satu taktik SEO, disarankan bidik pengguna yang berlokasi di Amerika Serikat dan sekitarnya.

Cara optimasi SEO pada Google.co.id serupa dengan Google.com meskipun mengalami sedikit modifikasi, yaitu:

1. Pilih domain berekstensi populer dunia seperti .com, .net, .biz dan .info. Akan tetapi domain berekstensi lokal justru punya nilai spesial, sebut saja co.id hingga web.id.

2. Pemilihan kata kunci harus berbahasa Indonesia karena menargetkan pengunjung lokal.

3. Pemilihan lokasi server turut menentukan peringkat. Disarankan menyewa hosting lokal berbasis di Indonesia. Sekarang ini semakin banyak perusahaan hosting menawarkan server lokal handal. Jika masih sanksi dengan server lokal, boleh saja menyewa hosting di Amerika Serikat atau Singapura.

4. Penulisan konten wajib berbahasa Indonesia, oleh karena itu gaya penulisan sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Artikel atraktif dengan gaya penulisan santai sangat digemari netizen lokal.

5. Cari backlink berasal dari lokasi serupa dan berbahasa Indonesia. Cari tautan balik dari website yang hosting di server Amerika Serikat, Singapura atau Indonesia, lalu pastikan masuk index Google.co.id dan bukan server lainnya.

6. Jika mengoptimalkan sosial media sebagai salah satu taktik SEO, disarankan bidik pengguna yang berlokasi di Indonesia dan sekitarnya.

Perbedaan optimasi SEO Google.com vs Google.co.id 

Tidak sulit mencari titik letak perbedaan antara optimasi SEO Google.com vs Google.co.id. Pemilihan ekstensi domain, letak server, kata kunci, isi konten, asal backlink dan sosial media merupakan sumber utama untuk melihat semuanya. Target pengunjung dan bahasa memegang peranan penting agar website menempati peringkat teratas dari hasil penelusuran.

Jangan lakukan tindakan SEO sia-sia tanpa visi dan misi terorganisir rapi. Boleh saja membangun sebuah website konten bahasa Inggris yang berlokasi server hosting di Indonesia, tetapi jangan fokus pada Google.co.id melainkan Google.com. Sayangnya itu sama sekali tidak efektif. Mengapa? Walaupun website muncul pada hasil penelusuran, peringkatnya justru mengecewakan. Oleh karena itu, totalitas dari awal lebih dianjurkan dan pilih lokasi server di Amerika Serikat.

Uniknya, peristiwa di atas justru tak terjadi pada website konten Indonesia yang berlokasi server di Amerika Serikat atau Singapura dan fokus pada optimasi SEO Google.co.id. Walaupun lokasi server terpisah luasnya samudra biru, peringkat website justru bisa muncul paling atas dan mengalahkan website pesaing yang menyewa hosting lokal di Indonesia. Mengapa itu bisa terjadi?

Menurut pengakuan sejumlah pakar SEO Indonesia, kemampuan server hosting di Amerika Serikat dan Singapura jauh lebih handal serta cepat dibandingkan hosting lokal. Seperti diketahui, kecepatan akses website merupakan salah satu kunci untuk memperoleh peringkat terbaik di Google. Oleh karena itu, pertimbangkan baik-baik untuk memilih lokasi server.

Dengan mengetahui perbedaan Google.com dan Google.co.id dalam Optimasi SEO Website maka webmaster bisa menentukan strategi SEO tepat guna. Jangan sampai salah langkah yang justru berdampak negatif pada perkembangan website di masa depan, bahkan sampai hilang dari peredaran atau pantauan algoritma mesin pencari.

Your Details

Let us know how to get back to you.


How can we help?

Feel free to ask a question or simply leave a comment.