Apa Itu Optimasi Speed Website

Jika dua Grandmaster catur yang sangat jago saling bertemu seperti pada pertandingan World Chess Championship 2018 pada November 2018 ini yang mempertemukan Magnus Carlsen (peringkat 1 dunia) dan Fabiano Caruana (peringkat 2 dunia), maka yang terjadi adalah hasil imbang dalam 10 game berturut-turut.

Karena mereka berdua tidak pernah melakukan kesalahan maupun blunder. Tentunya mereka berdua memutar otak bagaimana caranya supaya lawan melakukan kesalahan maupun blunder. Mereka mencoba melakukan berbagai inovasi dan eksperimen dalam pergerakan bidak catur mereka tapi sama-sama berakhir buntu karena memang lawan sama-sama sangat tangguh.

Tapi dalam 10 game itu belum ada pemain yang melakukan pergerakan ekstrem dengan mengorbankan bidak catur yang bernilai besar. Sepertinya kedua pemain ini belum punya nyali dan menganggap itu sebagai langkah bunuh diri. Mereka lebih memilih bermain aman dan hanya melakukan variasi kecil saja tanpa mengorbankan bidak catur bernilai besar.

Kalau sampai pertandingan ini diteruskan sampai babak tiebreak sepertinya Magnus Carlsen lebih diunggulkan karena biasanya dia lebih hemat dalam masalah waktu. Apakah Fabiano Caruana akan berani mengambil resiko lebih untuk mengalahkan Magnus Carlsen dan menghindari babak tiebreak. Tapi mengambil resiko lebih juga bisa menjadi bumerang sama seperti saat Magnus Carlsen dikalahkan oleh Sergey Karjakin di tahun 2016 yang lalu. Kita nantikan saja pertandingan selanjutnya di game 11 dan 12.