Penyelamat UMKM Saat Pandemi adalah Digitalisasi

Dalam menghadapi situasi krisis saat pandemi ini, para pelaku bisnis dituntut kreatif untuk mencari jalan keluarnya. Dengan situasi yang sulit ini dapat mengancam kelangsungan usaha. Dalam data Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), tercatat sekitar 30 juta dari 64,2 juta UMKM di Indonesia harus tutup sementara akibat pandemi tersebut. Dari data ini, tentunya ancaman di balik krisis tidak bisa dianggap remeh.

Penyebab UMKM Tidak Bisa Bertahan dari Pandemi

Dalam data yang sama dari Kadin juga dijelaskan alasan pelaku usaha khususnya UMKM tidak dapat bertahan dari krisis akibat pandemi. Salah satu penyebab utama ketidakmampuan bisnis saat ini adalah terjadinya masalah arus kas yang kompleks. Padahal, pada saat pandemi ini, seluruh pelaku usaha mengalami penurunan omzet akibat kebijakan PSBB (Large-Scale Social Restriction). Dari rasa keprihatinan tertular virus corona di luar rumah dan dampak PSBB, hal ini menyebabkan penurunan daya beli dan penurunan omset para pelaku usaha. Belum lagi kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat, otomatis daya beli masyarakat menurun. Kalaupun ada konsumen yang tidak mengalami kendala finansial, mereka lebih memilih untuk membeli barang secara online.

Pentingnya Digitalisasi bagi UMKM

Berdasarkan data survei Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 9 dari 10 responden mengaku banyak berbelanja online selama pandemi. Menurut mereka yang berbelanja online, mereka menyatakan tidak ingin mengambil risiko tertular Covid-19 jika harus berbelanja langsung di luar rumah. Dari sini, aktivitas belanja online meningkat drastis. Dari peningkatan transaksi online ini, Anda sebagai pengusaha harus melakukan digitalisasi. Bisnis yang go digital memang menjadi salah satu solusi di tengah pandemi untuk bertahan dalam situasi sulit. Dengan menghadirkan bisnis secara online, wirausahawan akan memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas dengan aman.

Baca juga >>
Tantangan Utama Pemimpin Dalam Menyeimbangkan Kebutuhan dan Kepuasan Karyawannya

Proses Digitalisasi

Dalam proses digitalisasi ini, wirausahawan dapat memulai dengan memilih platform. Ada banyak pilihan platform untuk proses digitasi sendiri, seperti website atau blog, media sosial, marketplace atau aplikasi pesan instan. Salah satu pilihan yang saat ini banyak diminati oleh penjual dan pembeli adalah marketplace. Peningkatan pengguna marketplace terlihat dari data McKinsey per Agustus 2020 yang menunjukkan peningkatan jumlah pengguna e-commerce sebesar 26 persen. Sedangkan transaksi juga meningkat mencapai 3,1 juta per hari.

Kenyamanan dan Manfaat Bergabung dengan Marketplace

Dengan mendigitalkan bisnis Anda ke e-commerce, Anda sebagai pebisnis dapat melakukan aktivitas penjualan dengan mudah dan nyaman. Ini karena di pasaran ada banyak fitur yang digunakan untuk mengelola toko dengan lebih baik. Untuk membuat toko di pasar Anda sendiri, Anda tidak dikenakan biaya alias gratis. Bahkan beberapa marketplace juga memberikan program yang menguntungkan bagi para pelaku UMKM jika bergabung sebagai penjual. Sebagai pelaku UMKM yang sangat terpengaruh oleh pandemi ini, manfaat yang diberikan oleh pasar ini akan sangat membantu.

Order via Whatsapp !