SEON One Stop Solution

Sumedang, ID

}

Mon - Sat 9.00 - 18.00

Sunday CLOSED

Customer Enquiry

0822-1914-1914

SEON One Stop Solution

Sumedang, ID.

}

Mon - Sat 8.00 - 18.00

Sunday CLOSED

Customer Enquiry

0822-1914-1914

Pengertian Web Crawler, Indexer, Web Spider dan Robot Spider

Search Button SEON PORTAL BISNIS One Stop Solution Bisnis Online Indonesia Transparent

Web Crawler, salah satu syarat utama menguasai Search Engine Optimization (SEO) yaitu mengenal baik seluk-beluk mesin pencari alias search engine. Oleh karena itu pemilik sebuah situs/blog sepatutnya dibekali pemahaman dasar soal apa itu indexer, web spider, web crawler, robot atau bot yang selama ini jadi andalan search engine. Semua elemen tersebut memegang peranan penting dalam menampilkan halaman utama atau laman artikel sebuah situs agar terakses pengunjung.

Pengertian Web Crawler !

Membahas web crawler tak ada bedanya seperti menyinggung spider. Mengapa demikian? Sejujurnya keduanya itu bagai cermin, definisi serupa hanya terbungkus dalam istilah kata berbeda. Ya, crawler itu nama lain dari spider dan begitu pula sebaliknya. Sebagaimana dilansir dari laman TechTarget, crawler adalah sebuah program buatan yang bertujuan mengunjungi situs dan membaca semua halaman serta informasi untuk menghasilkan catatan penting bagi index search engine.

Peran web  crawler sudah tidak tergantikan dan semua layanan search engine butuh itu. Masing-masing mengusung nama berbeda meski berlatar belakang sama, tak heran ada pihak yang menyebutnya spider atau bot. Crawler sengaja diprogram untuk mengunjungi semua situs yang diajukan atau submit ke layanan mesin pencari. Tak hanya keseluruhan situs, melainkan semua halaman satu per satu, entah itu artikel baru rilis dan diperbarui.

Crawler sengaja dirancang khusus agar selektif mengunjungi dan mengindeks situs secara utuh atau halaman spesifik saja. Lalu, mengapa diberi nama demikian? Ternyata semua merujuk pada cara kerja, dimana program merayap atau bergerak pelan sekali menyusuri sebuah situs dan halaman pada waktu bersamaan. Bahkan turut mengikuti link dari satu halaman ke halaman lain hingga semua halaman selesai terbaca.

 

Apa itu Indexer !

Indexer – beberapa orang menyebutnya indexing – adalah sebuah proses pengumpulan, penguraian dan penyimpanan data untuk digunakan kembali oleh search engine. Bisa disimpulkan bahwa indexer bagian atau “tempat” dari semua kumpulan data hasil koleksi search engine. Tugasnya berkaitan erat menampilkan data hasil pertanyaan dan hasil penelusuran dengan kata kunci atau keyword.

Tanpa adanya index, maka kerja search engine semakin berat dan lamban dalam menghasilkan jawaban atas pertanyaan para pengguna. Tanpa sentuhan index bisa dipastikan kinerja semakin rumit karena terus menjalani penelusuran halaman situs dan data yang berkaitan langsung dengan kata kunci, bahkan turut memastikan tak ada satupun yang terlewati.

Indexer tidak sendirian dalam melaksanakan tugas, bahkan turut dipermudah kehadiran web spider atau web crawler. Dengan begitu pengumpulan informasi jadi semakin ringan dan cepat, malahan turut membantu proses pembaruan data serta terbebas dari ancaman spam. Ada banyak bagian berbeda melekat erat pada search engine index seperti faktor desain dan struktur data. Faktor desain bertujuan merancang arsitektur index dan menentukan cara kerja index.

 

Apa itu Web Spider !

Seperti dijabarkan pada paragraf sebelumnya, index tidak bekerja sendirian melainkan turut dibantu web spider. Lalu, apa itu sebenarnya? Web Spider merupakan sebuah program dirancang khusus untuk mengunjungi sebuah situs, membaca halaman dan beragam informasi penting lainnya dalam upaya membuat catatan penting bagi search engine index. Dengan demikian kinerja semakin ringan dan cepat.

Sebagian besar layanan search engine mengusung program ini, terkadang diberi nama berbeda meski fungsinya serupa. Web Crawler atau bot merupakan nama lain dari web spider, adapun tujuan utama yaitu mengunjungi situs secara utuh ataupun artikel/postingan yang baru saja dirilis. Keseluruhan situs atau halaman tertentu dapat dikunjungi dan terindeks secara selektif.

Kenapa program unik ini diberi nama spider? Pemberian nama seperti hewan serangga “laba-laba” karena cara kerjanya yang serupa. Web Spider mengunjungi banyak situs sejajar dalam waktu bersamaan, persis kaki dari seekor laba-laba yang dapat menjangkau area luas pada jaring sangkarnya. Web Spider dapat “merayap” ke berbagai laman sebuah website dalam beberapa cara. Salah satunya adalah mengikuti semua link hypertext di setiap halaman hingga semua halaman selesai terbaca.

 

Baca juga  Pengertian dan Cara Optimasi SEO Off Page Terbaru 2017

Apa itu Robot atau Bot !

Selain indexer, spider dan crawler, maka ada satu lagi istilah yang wajib diketahui yakni robot atau biasa dipanggil bot. Robot menurut pengertian dasar adalah sebuah program yang berjalan otomatis di internet, tetapi pada kenyataan tak semua berjalan tanpa lepas kendali begitu saja.

Beberapa bot justru akan melaksanakan perintah usai menerima masukan atau input spesifik. Bot terbagi menjadi beberapa tipe, tetapi sebagian besar yang beredar di internet justru berkaitan erat dengan crawler, chat room bot dan malicious bot. Crawler seringkali digunakan oleh layanan search engine untuk memindai situs secara teratur.

Jenis bot ini akan bergerak perlahan menyusuri situs dengan mengikuti link di setiap halaman. Crawler nantinya menyimpan konten setiap halaman pada index pencarian. Dengan memakai algoritma kompleks, search engine dapat menampilkan halaman paling relevan yang berhasil ditemui oleh crawler untuk menjawab pertanyaan spesifik.

Robot search engine selain dikenal sebutan “bot” ternyata juga memiliki nama lain tak kalah beken seperti bot, wanderer, spider, and crawler. Terlepas dari perbedaan nama, program tersebut merupakan andalan bagi layanan mesin pencari beken dunia seperti Google, Bing, and Yahoo! Robot sengaja dirancang untuk membangun database. Sebenarnya sebagian besar robot bekerja seperti web browser, hanya saja tidak butuh interaksi pengguna.

Mudah sekali bagi robot mengakses sebuah situs. Sebagaimana tertulis pada paragraf sebelumnya, bot seringkali memakai link untuk mencari dan terhubung dengan situs lain. Dengan begitu bisa mengindeks judul, ringkasan atau seluruh konten dokumen jauh lebih cepat ketimbang kemampuan manusia. Oleh karena itu layanan search engine terus berusaha memperbaiki kualitas bot demi hasil penelusuran lebih baik lagi.

Kehadiran robot memang menguntungkan search engine, apalagi terkenal efisiensi dan cepat. Akan tetapi bisa menjadi malapetaka bagi pemilik situs jika robot dirancang dengan konstruksi buruk. Mengapa demikian? Ketika “robot berkualitas rendah” menyusuri situs, maka kinerja server pun semakin berat. Oleh karena itu pemilik situs dapat mengecualikan atau membatasi akses robot dengan menaruh file robots.txt pada server. Nantinya file tersebut akan menjabarkan perintah mengenai apa saja bagian dari situs yang boleh diakses.

Kesimpulan

Jika melihat penjelasan tentang indexer, web spider, web crawler dan bot, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa ketiga istilah tersebut memiliki makna serupa. Spider merupakan nama lain dari crawler dan bot, begitu pula sebaliknya. Hampir semua layanan search engine terutama pemain raksasa seperti Google, Bing dan Yahoo sangat mengandalkannya untuk penyusunan indeks.

Indexer atau proses indexing sangat tergantung pada kesiapan spider, crawler atau bot. Dengan konstruksi rapi berkualitas, justru membantu pengumpulan data semakin lebih cepat dan akurat. Umumnya setiap layanan search engine memiliki robot andalan berbeda-beda, sehingga mempengaruhi hasil pencarian. Sampai saat ini bot buatan Google masih keluar sebagai juara karena selalu menghasilkan informasi relevan sesuai pertanyaan atau kata kunci (keyword).

Penting sekali bagi pemilik situs mengenal apa itu indexer, spider, crawler, robot atau bot pada search engine agar tidak terjadi kesalahpahaman dan semakin mengerti seluk-beluk dunia SEO.esifik menurut sumber web. Pengguna pun bisa memperoleh hasil efektif tanpa buang-buang banyak waktu.

3. Teratur

Layanan mesin pencari dapat memberikan keteraturan dalam dunia internet dan website. Artinya bahwa beragam informasi yang tersebar luas di server seluruh pelosok dunia dikumpulkan pada satu wadah sehingga akses lebih mudah, kapanpun dan dimana saja. Ini berdampak positif bagi pemilik situs yang bisa memperoleh kunjungan secara gratis serta stabil.

Jenis Jenis Search Engine

Mesin pencari saat ini dianggap metode terkuat mempromosikan website via online. Para pemilik situs menganggapnya bagian dari Public Relation yang bekerja secara diam-diam dibalik layar. Hal ini semakin diperkuat hasil studi menyebutkan bahwa antara 40-80 persen pengguna internet menemukan informasi atau dokumen melalui fitur pencarian mesin pencari.

Kehadiran mesin pencari menguntungkan pemilik situs, apalagi jumlah pengguna layanan ini mencapai 625 juta setiap hari seperti dilansir dari laman Searchenginewatch. Tak heran pemilik situs sangat tergantung pada layanan SE(search engine) terutama demi menghasilkan trafik tertarget menuju website supaya berpeluang lebih besar untuk terjadinya pembelian. Mesin pencari juga selalu membawa pengunjung baru menuju website tertarget dengan penyusunan strategi optimasi yang tepat.

Dalam mencari dokumen serta mempromosikan situs, maka pengguna internet dan pemilik website perlu mengenal beragam tipe seach engine, yakni:

1. Crawler-Based Search Engine

Layanan mesin pencari ini menggunakan program software otomatis untuk mensurvei dan mengkategorikan banyak laman web. Program yang digunakan oleh mesin pencari untuk mengakses laman web disebut spider, namun pada kondisi tertentu dikenal dengan nama lain seperti ‘crawler’, ‘robot’ atau ‘bot’.

Spider akan mencari laman web, mengunduh dan menganalisa informasi terkandung pada laman web. Nantinya laman web segera ditambahkan ke database mesin pencari. Ketika pengguna internet melakukan pencarian, mesin pencari segera memeriksa database dari laman website yang mengandung kata kunci spesifk lalu menampilkan dalam bentuk daftar tautan (link).

Daftar berupa tautan menuju website ditampilkan menurut pencarian kata kunci terdekat yang ingin ditemukan oleh pengguna internet. Crawler-based search engine tanpa henti menelusuri internet untuk menemukan laman web baru lalu memperbarui informasi database sehingga pengguna selalu memperoleh informasi terbaru. Adapun contoh dari crawler-based search engine yakni: Google dan Ask Jeeves.

2. Direktori

Layanan ini menggunakan editor manual alias keterlibatan langsung manusia untuk menentukan kategori suatu situs. Dengan kata lain, situs ditempatkan sesuai kategori spesifik pada database direktori. Editor manual secara spesifik akan memeriksa dan menilai sebuah situs berdasarkan informasi yang diperoleh dan memakai aturan berlaku. Ada dua layanan direktori terkenal sampai saat ini, yakni: Yahoo Directory dan Open Directory (dmoz.org).

Beberapa direktori menawarkan layanan pembayaran. Jika suatu situs atau website ingin lebih cepat terindeks, maka wajib membayar sejumlah uang. Tapi, jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan, mengingat beberapa direktori juga menawarkan layanan gratis meski proses indeks memakan waktu cukup lama.

3. Hybrid Search Engine

Layanan Hybrid mengandalkan kombinasi sempurna antara hasil crawler-based dan direktori. Saat ini semakin banyak mesin pencari berpindah haluan ke model hybrid-based, namun dua layanan paling terkenal sebagai pencetus konsep tersebut adalah Google dan Yahoo.

4. Meta Search Engine

Layanan Meta SE mengambil data dari semua hasil yang ditampilkan oleh mesin pencari lainnya. Nantinya hasil pencarian tersebut dikombinasikan menjadi daftar pencarian berukuran besar. Adapun dua layanan meta mesin pencari paling terkenal yakni Metacrawler dan Dogpile.

5. Search engine khusus

Merupakan jenis SE yang dikembangkan secara khusus demi memenuhi kebutuhan pencarian lebih spesifik. Adapun layanan mesin pencari khusus seperti pencarian belanja (Yahoo Shopping), pencarian lokal (nzs), pencarian nama domain (freeparking), pencarian freeware & shareware (downloads.com) dan masih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan pengguna internet.

6. Pay per click (PPC)

Salah satu layanan berbayar dari search engine untuk keperluan marketing dan promosi web. Banyak situs memanfaatkan PPC untuk memperkenalkan atau mengiklan produk atau jasa kepada khalayak ramai agar lebih mudah diterima. Nantinya situs muncul di rangking paling teratas demi memperoleh klik lebih banyak. Google AdWords dan Bing merupakan dua layanan paling terkenal. dimana biaya yang dikenakan kepada pemilik situs berdasarkan klik atau Click-Through Rate (CTR).

Demikianlah pengertian search engine, manfaat search engine dan jenis jenis search engine yang berdampak positif bagi pengguna internet di seluruh dunia. Kehadiran layanan ini turut mempermudah pemilik situs untuk mengoptimalkan konten dan penjualan produk ataupun jasa. Google merupakan situs mesin pencari terbesar dengan ratusan juta pengakses setiap hari, maka tak heran jika kebanyakan pemilik situs berusaha mengoptimalkan rangking web di google via SEO.

Baca juga  Cara Memilih Jasa SEO Murah Berkualitas dan Profesional
😡
☹️
😐
☺️
😍
4.75/5😍4