Mengenal Drum Band dan Jenis Alat Musik Drum Band

Apa itu Drum Band

Salah satu Atraksi yang dinanti dan paling menarik perhatian dalam sebuah pawai upacara hari kemerdekaan di acara 17 Agustus adalah pertunjukan Drumband. Penampilan pasukan drumb band tersebut biasanya menjadikan acara meriah, semangat dan juga menghipnotis para pengunjung.

Menurut wikipedia, Drumben, disebut juga orkes barisan yang dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah drum band atau marching band adalah sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit) secara bersama-sama.

Penampilan drumben merupakan kombinasi dari permainan musik (tiup, dan perkusi) serta aksi baris-berbaris dari pemainnya. Umumnya, penampilan Drumben dipimpin oleh satu atau dua orang Komandan Lapangan dan dilakukan baik di lapangan terbuka maupun lapangan tertutup dalam barisan yang membentuk formasi dengan pola yang senantiasa berubah-ubah sesuai dengan alur koreografi terhadap lagu yang dimainkan, dan diiringi pula dengan aksi tarian yang dilakukan oleh sejumlah pemain bendera.

Drumben umumnya dikategorikan menurut fungsi, jumlah anggota, komposisi dan jenis peralatan yang digunakan, serta gaya atau corak penampilannya. Penampilan drumben pada mulanya adalah sebagai pengiring parade perayaan ataupun festival yang dilakukan di lapangan terbuka dalam bentuk barisan dengan pola yang tetap dan kaku, serta memainkan lagu-lagu mars. Dinamika keseimbangan penampilan diperoleh melalui atraksi individual yang dilakukan oleh mayoret, ataupun beberapa personel pemain instrumen. Namun saat ini permainan musik drumben dapat dilakukan baik di lapangan terbuka ataupun tertutup sebagai sebagai pengisi acara dalam suatu perayaan, ataupun kejuaraan.

Komposisi musik yang dimainkan drumben umumnya bersifat lebih harmonis dan tidak semata-mata memainkan lagu dalam bentuk mars, ragam peralatan yang digunakan lebih kompleks, formasi barisan yang lebih dinamis, dan corak penampilannya membuat drumben merupakan kategori yang terpisah dan berbeda dengan marching band yang umumnya memiliki komposisi penggunaan instrumen perkusi yang lebih banyak dari instrumen musik tiup. Tipikal bentuk dan penampilan marching band yang paling dikenal adalah marching band yang dimiliki oleh institusi kemiliteran ataupun kepolisian. Adaptasi lebih lanjut dari penampilan drumben di atas panggung adalah dalam bentuk brass band.

Baca juga >>
Not Angka Pianika Seventeen - Kemarin

Di Indonesia, budaya drumben merupakan pengembangan lebih lanjut atas budaya drumben yang sebelumnya berada di bawah naungan organisasi PDBI (singkatan dari “Persatuan Drum Band Seluruh Indonesia”) yang dibina oleh Menpora (singkatan dari “Menteri pemuda dan olahraga”). Drumben lahir sebagai kegiatan yang memfokuskan penampilan pada permainan musik dan visual secara berimbang, berbeda dengan marching band yang lebih memfokuskan sebagai kegiatan olahraga. Dalam perkembangannya, drumben di Indonesia banyak mengadaptasikan variasi teknik-teknik permainan yang digunakan oleh grup-grup drum corps di Amerika, khususnya pada instrumen perkusi. Hal ini membuat corak permainan dalam penampilan drumben menjadi lebih mudah dibedakan dari corak penampilan marching band.

 

Jenis Alat Musik Drum Band

Di dalam pertunjukan Drum Band atau Marching Band, sekelompok orang memainkan sebuah atau beberapa lagu dengan menggunakan berbagai macam jenis alat musik. Berbagai macam alat jenis musik tersebut dipadukan menjadi satu dan menjadi kesatuan yang menarik serta enak untuk didengar.

Drumband pun seringkali memiliki formasi atau koreografi tersendiri yang akhirnya menjadi daya tarik tambahan bagi penampilan drumband tersebut. Drumband biasanya akan dipimpin oleh seseorang yang disebut sebagai mayoret. Menariknya penampilan drumband tentunya membuat orang menjadi bertanya-tanya. Apa saja alat drumband yang digunakan oleh para pemain drumband.

Alat Musik Drumband pada dasarnya didominasi oleh Tenore dan Senare Drum. Namun yang membuatnya jauh lebih meriah saat dipadukan dengan Cymbal, Bellyra, Bass Drum, Marching Bell dll termasuk penarinya. sehingga ketika tampil, Grup Drumband terlihat lebih menarik dan atraktif dalam pertunjukan.

Berikut adalah macam macam alat musik drum band

A. Instrumen musik perkusi

Instrumen musik perkusi dalam drumben merupakan jenis instrumen bergerak yang dibawa oleh pemain dan dimainkan dalam barisan. Seksi yang memainkan instrumen musik perkusi sambil berjalan disebut juga sebagai lini drum atau battery. Ragam instrumen musik perkusi yang digunakan drumben umumnya lebih sedikit dari yang digunakan pada marching band. Instrumen-instrumen tersebut adalah:

1. Snare Drum

Snare Drum

Ukuran marching snare drum biasanya lebih dalam dari ukuran yang biasanya digunakan pada orkestra atau drumkit. Hal ini membuat suara yang dihasilkan menjadi lebih keras, sesuai dengan kebutuhannya untuk penggunaan di lapangan terbuka. Ukuran standar (diameter x kedalaman) adalah 13×11 dan 14×12 inci dengan berat antara 16-45 lb. Ukuran yang lebih kecil (13×9) akhir-akhir ini menjadi populer digunakban untuk kebutuhan penggunaan di lapangan tertutup. Snare drum “high tension” atau yang biasa disebut HTS modern dikembangkan sebagai jawaban atas tensi membran yang lebih tinggi yang dimungkinkan karena pemanfaatan serat fiber, atau kevlar.

Baca juga >>
Chord Gitar Lagu Near feat. Dian Sorowea - Saat Sa Mulai

2. Drum Tenor

Marching band modern umumnya menggunakan multi-tenor, yang terdiri atas beberapa tom-tom yang dimainkan oleh seorang drummer. Bagian bawah drum biasanya terbuka dan dipotong menyiku untuk memproyeksikan suara ke arah depan. membran head menggunakan double-ply PET film untuk meningkatkan kualitas proyeksi suara. Alat ini umumnya dimainkan dengan menggunakan malet yang terbuat dari kayu atau aluminimum dengan ujung berbentuk bundar terbuat dari nilon.

Drum Tenor

 

 

Teknik permainan tenor drum umumnya berbeda dengan teknik yang digunakan untuk bermain snare drum, lebih mirip seperti bermain timpani karena membran dipukul biasanya lebih dekat pada sisi-sisinya dibandingkan bagian di tengah membran. Bentuk pukulan seperti ini menghasilkan suara yang lebih nyaring.

Drum tenor umumnya terdiri dari tom-tom berukuran 10, 12,13, dan 14 inci yang diatur membentuk busar, sering kali dengan tambahan satu atau dua buah tom yang lebih kecil (berukuran 6 atau 8 inci) di sisi sebelah dalam.

3. Drum Bass

Drum Bass

Ukuran drum bass yang digunakan pada ensembel perkusi modern bervariasi, dengan lebar universal 14 inci, dan diameter 14 inci dan bertambah setiap 2 inci. Membran drum biasanya terbuat dari PET film lembut berwarna putih. Tidak seperti snare drum dan drum tenor, drum bass dimainkan oleh drummer dari kedua sisinya. Umumnya sebuah drum line menggunakan 4 hingga 6 jenis drum bass dengan ukuran yang berbeda-beda, tiap satu drum bass dimainkan oleh seorang drummer.

4. Simbal (Cymbal)

Simbal Cymbal

Cymbal dalam marching band tidak dimainkan dengan tujuan yang sama seperti orkestra. Ada perubahan pada grip simbal yang dibuat khusus untuk kebutuhan marching band. Simbal marching band biasanya terdiri atas dua keping yang terpasang pada ke dua tangan pemainnya. Untuk memainkan simbal marching band kedua kepingan itu diadu satu dengan lainnya sehingga menghasilkan suara. Jumlah pemain simbal tiap-tiap grup marching band bisa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya.

Untuk pembelian alat musik drum band profesional bisa menghubungi Pengrajin Drumband, Jual Drumband TK SD SMP dan SMA terlengkap di Jogja.

Baca juga >>
Not Angka Pianika Yiruma - River Flows In You

 

B. Instrumen musik tiup marching band

Instrumen musik tiup marching band atau lebih dikenal dengan Marching brass merupakan instrumen-instrumen musik tiup logam yang telah didisain untuk dimainkan sambil berjalan, umumnya instrumen musik tersebut digunakan dalam penampilan marching band. Perbedaan utama dengan instrumen musik tiup logam lainnya umumnya terdapat pada corong yang menghadap ke depan (bell-front), menggunakan sistem katup (antara tiga hingga empat katup), dan artikulasi yang dirancang untuk penampilan di lapangan terbuka (outdoor).

1. Terompet

Terompet Drum Band

Terompet dalam penampilan musik marching band digunakan sebagai soprano, umumnya memainkan melodi dalam musik. Meski demikian umumnya dalam aransemen musik marching band fungsionalitas soprano dibagi menjadi dua atau tiga kelompok untuk memainkan nada yang berbeda (biasanya mengisi rentang suara sopran, dan mezzo-sopran). Di Indonesia umumnya grup-grup marching band menggunakan terompet bernada dasar B♭, tetapi terdapat pula grup-grup marching band yang menggunakan terompet bernada dasar G.

2. Mellophone

Mellophone merupakan instrumen musik tiup yang ditujukan sebagai pengisi suara alto-soprano. Penggunaan mellophone dalam marching band umumnya lebih diminati karena suara dan intonasi yang dihasilkannya lebih konsisten dibandingkan instrumen musik sejenis seperti French Horn. Jenis mellphone yang paling banyak digunakan umumnya bernada dasar F, tetapi banyak pula ditemukan instrumen bernada dasar G. Biasanya sebuah instrumen mellophone memiliki kemampuan untuk dimainkan dengan nada dasar G ataupun F dengan mengganti panjang pipa udara yang umumnya tersedia sebagai bagian dalam kelengkapan instrumen tersebut.

3. Tenor Horn

Tenor Horn

Tenor horn dalam kategori ini merupakan jenis instrumen musik tiup logam dalam keluarga trombone tenor yang telah didisain secara khusus untuk keperluan marching band. Instrumen ini tidak menggunakan sistem geser melainkan menggunakan sistem katup untuk memainkannya, dan panjang dari instrumen ini lebih pendek dari trombone biasa dengan pipa suara yang menggunakan model lipat seperti yang terdapat pada instrumen musik tiup lain: terompet, mellophone. Beberapa pabrikan kadang-kadang memberi nama secara khusus untuk instrumen ini, misalnya: dynabone. Umumnya instrumen tenor horn yang digunakan oleh grup marching band di Indonesia menggunakan nada dasar B.

4. Baritone Horn/Euphonium

Meskipun memiliki fungsi yang sama dengan instrumen yang digunakan dalam pertunjukan orkestra, bentuk baritone horn atau euphonium yang digunakan dalam penampilan marching band telah didisain secara khusus dengan corong menghadap ke muka dan umumnya telah dilengkapi dengan sistem tiga katup. Sesuai dengan namanya instrumen ini digunakan untuk mengisi suara dalam rentang nada baritone. Umumnya instrumen yang digunakan dalam penampilan marching band menggunakan nada dasar B.

Baca juga >>
Not Angka Pianika A Whole New World - Aladdin

5. Contra Bass/Tuba

Contra bass atau Tuba digunakan dalam penampilan musik marching band untuk mengisi suara dalam rentang nada bass. Perbedaan antara contra bass dan tuba terletak pada nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut. Jika nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut adalah G maka disebut dengan contra bass, sebaliknya bila menggunakan nada dasar B♭ maka dinamakan sebagai tuba. Seperti umumnya instrumen musik tiup logam yang digunakan dalam penampilan marching band, instrumen ini telah didisain pula untuk dimainkan sambil berjalan dengan corong menghadap ke depan. Namun berbeda dengan instrumen musik lainnya, karena ukurannya yang besar, untuk memainkan instrumen musik ini dilakukan dengan cara dipanggul.

 

C. Instrumen pit (statis) marching band

Instrumen pit pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada penampilan drumben, jenis instrumen ini bersifat statis, pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya melainkan memainkannya di bagian depan lapangan yang digunakan dalam penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan drumben umumnya lebih bervariatif dibandingkan drumben terdahulu. Beberapa grup drumben bahkan kadang-kadang merakit sendiri instrumen pit untuk menghasilkan suara-suara unik dalam musik yang dimainkan. Jenis-jenis instrumen pit yang umumnya digunakan pada penampilan drumben antara lain:

1. Xilofon

Xilofon

Xilofon adalah sebuah alat musik dalam keluarga perkusi yang kemungkinan besar berasal dari Slowakia. Instrumen ini terdiri atas batang-batang kayu dalam berbagai ukuran. Untuk menghasilkan suara batang-batang kayu tersebut dipukul dengan pemukul khusus (disebut sebagai malet) yang terbuat dari plastik, kayu, atau karet. Setiap batangnya dibuat untuk menyuarakan nada tertentu. Batang yang lebih panjang akan menyuarakan nada yang lebih rendah, sebaliknya batang yang lebih pendek menyuarakan nada lebih tinggi.

2. Vibrafon

Vibrafon, kadang-kadang disebut vibraharp atau singkatnya vibes, adalah alat musik berjenis mallet dalam keluarga alat musik perkusi. Penampilannya sangat mirip dengan xylophone dan marimba, walaupun vibrafon menggunakan batang-batang aluminium dan bukannya batang-batang kayu seperti kedua alat musik lainnya tersebut. Vibrafon juga memiliki pedal seperti di sebuah piano. Ketika pedalnya naik, batang-batang aluminium tadi menjadi tertahan yang menyebabkan suara yang dihasilkannya menjadi pendek. Sebaliknya ketika pedalnya turun, suaranya mampu melenting hingga beberapa detik.

Baca juga >>
Panduan Memilih Jasa Poles Marmer Profesional

3. Timpani

Timpani

Timpani atau kettledrum (juga secara informal disebut timp), adalah alat musik dalam keluarga perkusi. Sejenis drum, alat musik tersebut terdiri dari sebuah kulit yang disebut sebagai kepala yang dipakaikan di atas sebuah mangkuk besar yang secara tradisional terbuat dari tembaga. Alat musik tersebut dimainkan dengan cara memukul kepalanya dengan stik drum khusus yang disebut stik timpani atau timpani mallet.

 

D. Instrumen bendera

Instrumen bendera tidak digunakan untuk bermain musik, melainkan dimanfaatkan oleh pemainnya sebagai alat bantu aksi tarian untuk menghasilkan efek-efek visual tertentu yang mendukung penampilan. Pada praktiknya, pemain instrumen ini tidak selalu menggunakan bendera sebagai aksesori, tetapi bisa menggunakan peralatan-peralatan lain seperti senapan kayu, selendang, panji-panji, atau bahkan sapu, tergantung pada koreografinya untuk mendukung penampilan secara keseluruhan. Namun biasanya instrumen dasar yang digunakan adalah; bendera, dan senapan kayu.

E. Mayoret

Mayoret merupakan seseorang yang melakukan aksi tari, atau gerakan dalam suatu penampilan parade drumben dengan menggunakan sebuah tongkat mayoret yang disebut dengan baton. Biasanya mayoret diperankan oleh seorang wanita, tetapi pada perkembangannya peran mayoret ini bisa pula dilakukan oleh laki-laki, umumnya ditemukan pada drumben kemiliteran. Peran mayoret awalnya merupakan asimilasi dari peran pemandu sorak yang diadaptasikan sedemikian rupa dalam penampilan parade drumben untuk menyeimbangkan dinamisasi pertunjukan dari kesan peran kaku pada barisan para pemain instrumen musik (termasuk di dalamnya pemain instrumen musik tiup dan perkusi). Seorang mayoret dapat melakukan berbagai macam aksi dalam penampilannya seperti memutar-mutar tongkat, bayonet, tongkat bendera, ataupun melempar baton. Mayoret kadang-kadang pula melakukan beragam atraksi sulap, ataupun atraksi tertentu untuk menarik perhatian seperti kombinasi memainkan, memutar-mutarkan, serta melempar hingga empat baton secara bersamaan.

Mayoret

Di Indonesia, peran mayoret dalam sebuah drumben tidak hanya terbatas fungsinya sebagai penari, mayoret lebih sering memerankan sebagai pemimpin, pemandu barisan dalam membentuk suatu formasi dalam penampilan. Terkadang seorang mayoret dapat pula menggantikan fungsi komandan lapangan (dalam bahasa Inggris disebut Field Commander) pada saat-saat tertentu. Beberapa grup marching band di Indonesia masih menggunakan mayoret sebagai salah satu bagian dalam penampilannya, tetapi dalam perkembangannya keberadaan mayoret mulai ditanggalkan.

Demikian informasi mengenai apa itu drum band dan jenis alat musiknya.

Untuk pembelian alat musik drum band profesional bisa menghubungi Pengrajin Drumband, Jual Drumband TK SD SMP dan SMA terlengkap di Jogja.

Order via Whatsapp !