Logo adalah salah satu hal yang sangat penting yang mesti diperhatikan perusahaan, termasuk untuk gojek. Secara umum gojek hadir dengan logo utama yang memiliki ciri khas dengan warna hijau hitam. Namun, selain gojek logo, masih ada go life logo dan go food logo yang hadir dengan pesan tersendiri.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya apa sebenarnya maksud dari logo gojek, go life serta go food logo. Pasalnya ketiga logo ini memang memiliki bentuk yang berbeda-beda meskipun berada di naungan perusahaan yang sama. Kali ini akan dicoba membedah seputar ketiga logo tersebut di sini.

Logo ketiganya tentu memiliki maksud masing-masing yang ingin disampaikan pada pelanggan. Untuk itu kali ini akan dibahas lebih lanjut mengenai ketiga logo tersebut. Hanya saja sebelum membahas lebih lanjut seputar ketiga logo itu akan dikupas dahulu mengenai apa itu gojek serta bagaimana perkembangan logo gojek dari waktu ke waktu.

Apa itu Gojek

Siapa yang saat ini tidak mengenal gojek? Tentu nama gojek sudah banyak terdengar di penjuru Indonesia sebagai sebuah aplikasi yang meraih sukses besar di berbagai bidang. Tak heran jika kemudian banyak yang merasa familiar dengan aplikasi yang satu ini.

Gojek (sebelumnya ditulis GO-JEK) merupakan sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2010 di Jakarta oleh Nadiem Makarim. Saat ini, Gojek telah tersedia di 50 kota di Indonesia. Hingga bulan Juni 2016, aplikasi Gojek sudah diunduh sebanyak hampir 10 juta kali di Google Play pada sistem operasi Android, dan telah tersedia di App Store. Gojek juga mempunyai layanan pembayaran digital yang bernama Gopay. Selain di Indonesia, layanan Gojek kini telah tersedia di Thailand, Vietnam dan Singapura.

Gojek awalnya hadir sebagai salah satu aplikasi pemesanan ojek online yang berguna untuk memudahkan pelanggan dan pihak pengemudi ojek bertemu. Namun, seiring berjalannya waktu gojek melesat cepat dan merambah ke berbagai sektor lainnya.

Saat ini total sudah ada puluhan layanan yang hadir di gojek. Tidak hanya seputar ojek online saja, gojek juga melayani pesan antar makanan bahkan sampai memiliki layanan go clean yang membantu pelanggan untuk melakukan tugas bersih-bersih.

Hal ini membuat gojek semakin digemari penggunanya. Ia dianggap sebagai salah satu aplikasi yang menawarkan banyak kemudahan di berbagai sektor.

Sejarah Gojek

Gojek didirikan oleh Nadiem Makarim, warga negara Indonesia lulusan Master of Business Administration dari Harvard Business School. Ide mendirikan Gojek muncul dari pengalaman pribadi Nadiem Makarim menggunakan transportasi ojek hampir setiap hari ke tempat kerjanya untuk menembus kemacetan di Jakarta. Saat itu, Nadiem masih bekerja sebagai Co-Founder dan Managing Director Zalora Indonesia dan Chief Innovation Officer Kartuku.

Sebagai seseorang yang sering menggunakan transportasi ojek, Nadiem melihat ternyata sebagian besar waktu yang dihabiskan oleh pengemudi ojek hanyalah sekadar mangkal menunggu penumpang. Padahal, pengemudi ojek akan mendapatkan penghasilan lebih banyak bila terus mencari penumpang. Selain itu, ia melihat ketersediaan jenis transportasi ini tidak sebanyak transportasi lainnya sehingga sering kali cukup sulit untuk dicari. Ia menginginkan ojek yang bisa ada setiap saat dibutuhkan. Dari pengalamannya tersebut, Nadiem Makarim melihat adanya peluang untuk membuat sebuah layanan yang dapat menghubungkan penumpang dengan pengemudi ojek.

Pada tanggal 13 Oktober 2010, Gojek resmi berdiri dengan 20 orang pengemudi. Pada saat itu, Gojek masih mengandalkan call center untuk menghubungkan penumpang dengan pengemudi ojek. Pada pertengahan 2014, berkat popularitas Uber kala itu, Nadiem Makarim mulai mendapatkan tawaran investasi. Pada tanggal 7 Januari 2015, Gojek akhirnya meluncurkan aplikasi berbasis Android dan iOS untuk menggantikan sistem pemesanan menggunakan call center.

Logo Gojek Terbaru

Selama ini kita mungkin mengenal logo gojek hadir dengan gambar seseorang yang mengendarai sepeda motor berwarna hijau dan dengan icon sinyal wifi yang ada di bagian atas helm pengendara motor tersebut. Logo gojek yang satu ini cukup terkenal dan melekat di benak para penggunanya.

Tetapi, rupanya baru-baru ini gojek memutuskan untuk melakukan re-branding terhadap logo lamanya tersebut. Gambar sopir ojek serta motornya berganti menjadi sebuah lingkaran tak sempurna yang memiliki titik di bagian tengah.

Logo baru ini akan tampil di berbagai layanan gojek serta atribut yang dimiliki pengemudi gojek. Bahkan disebutkan jika atribut yang dicantumkan logo baru ini lebih aman karena memiliki kualitas yang lebih baik.

Setelah melakukan re-branding pada logo utama gojek juga melakukan perubahan pada logo go life, namun pergantian ini tidak dilakukan pada go food logo. Seperti yang diketahui, kedua jenis layanan gojek ini memang memiliki logo sendiri yang berbeda dengan logo utama.

Gojek Logo

Pada 22 Juli 2019, Gojek meluncurkan logo dan cara penulisan korporasi baru. Ikon barunya, yang dijuluki “Solv”, melambangkan transformasi Gojek dari menjadi layanan ojek daring menjadi aplikasi super yang menyediakan berbagai cara cerdas untuk menghilangkan kerepotan. Sedangkan brand Gojek yang semula ditulis GO-JEK diganti dengan gojek saja tanpa ada tanda penghubung.

Fokus layanan Gojek tak lagi pada kendaraan roda dua. Inilah yang mendorong perusahaan itu untuk mengganti logonya. Jika dulu mereka menggunakan logo pengendara motor dengan ikon sinyal di atas helmnya, kini Gojek menggunakan logo yang jauh lebih sederhana.

Logo baru bernama Solv ini digambarkan dengan lingkaran tak sempurna dengan titik pada bagian tengah. Nama Solv sendiri diambil dari kata “Solve” yang artinya menyelesaikan. Gojek merasa, ini sesuai dengan misi mereka, yaitu menjadi “aplikasi super” yang bisa menyelesaikan berbagai masalah pelanggan.

Makna Logo Gojek

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya gojek telah melakukan re-branding dengan mengenalkan logo baru beberapa saat lalu. Kehadiran logo baru ini tentu bukan tanpa maksud dan tujuan, melainkan karena adanya imej baru yang hadir dari aplikasi gojek itu sendiri.

Nadiem Makarim selaku CEO gojek dikutip dari portal online Dream menyebutkan bahwa logo baru ini memiliki nama tersendiri, yaitu “Solve”. Nama baru tersebut terinspirasi dari imej yang dimiliki gojek. Dimana gojek berkembang sebagai aplikasi one stop solution yang menawarkan 20 layanan hanya dengan menggunakan satu aplikasi.

Disebutkan juga jika hadirnya logo tersebut memiliki makna tombol serba guna untuk semua. Lalu lingkaran yang ada menjadi wakil dari ekosistem gojek yang dipercaya semakin solid serta bermanfaat untuk semua pihak.

“Kenapa ada rebranding, alasannya karena Gojek sudah terlalu berubah dari asal usulnya. Kami saat ini bisa berkembang ke banyak sistem dan ada banyak stakeholder yang mesti kami wadahi,” ujar Nadiem di kantornya, Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Senin, 22 Juli 2019.

Logo Gojek mulanya hanya merepresentasikan pengemudi roda dua. Padahal, saat ini perusahaan tersebut telah menyediakan layanan untuk taksi berbasis daring, pengantaran makanan, pijat untuk kesehatan, hingga menyediakan dompet digital. Adapun saat ini, logo Gojek berupa lingkaran hijau yang dibalut bulatan terpisah. Menurut Nadiem, logo barunya itu mewakili ragam layanan yang disediakan.

Co-founder Gojek Kevin Aluwi menjelaskan, perusahaannya saat ini telah memiliki tiga ekosistem besar, yakni mitra, konsumen, dan merchant. Masing-masing ekosistem, kata Kevin, memiliki superaplikasi yang saling berkaitan.

Dari sisi konsumen, saat ini Gojek telah menyediakan 22 layanan dan fitur untuk berbagai kebutuhan yang berkaitan. Padahal, ujar dia, semula, layanan konsumen hanya terdiri atas tiga jenis. Fitur ini pun diklaim makin modern karena memungkinkan pengguna memberikan tips kepada mitra pengemudi melalui dompet digital.

Sedangkan untuk ekosistem mitra, Gojek membukakan akses finansial untuk sejumlah fitur finansial, keselamatan, dan keamanan. Sementara dari sisi merchant, Gojek memberikan layanan tambahan berupa pembayaran, inventori, point of sale, dan kemudahan membuat promo sendiri.

Presiden Gojek Andre Soelistyo mencatat adanya tren positif perkembangan perusahaannya di sejumlah negara saat ini. Perusahaan itu mengklaim, perkembangan layanan taksi online atau Gocar di Singapura telah menarik 1 juta penumpang dalam waktu kurang dari 3 bulan.

Di negara lainnya, seperti di Vietnam, Gojek telah menarik 1 juta penumpang juga dalam waktu kurang dari 3 bulan. Sementara itu, saat ini Gojek tengah mengembangkan layanan dompet ditigal atau Gopay di Filipina. Ekspansi pasar Gojek disesuaikan dengan kebutuhan negaranya. “Untuk GoFood, kami jadi layanan food delivery paling besar se-Asia, mungkin,” ucapnya.

Saat ini Gojek telah memiliki 400 ribu merchant di Asia Tenggara. Gojek juga memiliki 2 juta mitra pengemudi dan telah menggandeng 60 ribu penyedia jasa.

Logo Go Life Terbaru

Beralih ke Go-Life, sebelumnya aplikasi ini menampilkan rumah berwarna hijau dengan sinyal di atasnya. Kini logo berubah menjadi ikon rumah yang dikelilingi lingkaran. Tak lagi hijau, kini warnanya menjadi oranye. Nama pun berganti GoLife.

Logo Go Life 1024x436 1

Warna Baru Logo Go Life

Di bawah naungan gojek, go life berkembang sebagai sebuah layanan yang memudahkan banyak penggunanya. Saat ini pengguna go life sendiri diklaim sudah mencapai 1 juta pengguna yang tersebar di total 16 kota.

Selain mengalami perubahan logo pada logo utama, rupanya gojek juga melakukan beberapa perubahan pada logo go life. Logo yang semula berbentuk rumah berwarna hijau kini berbentuk lingkaran tak sempurna dengan icon rumah berwarna oranye di bagian tengah.

Makna Logo Go Life

Ada banyak spekulasi yang beredar terkait dengan logo baru go life ini. Tetapi, icon rumah yang ada di tengah lingkaran seolah menegaskan dengan adanya go life membuat kehidupan tetap nyaman dan mudah seperti yang dirasakan di rumah.

Logo Go Food Terbaru

Berbeda dengan kedua logo di atas, rupanya go food tidak mengalami perubahan dari segi logo. Untuk logo go food sendiri memiliki ciri khas icon sendok dan garpu berwarna merah yang ada di tengah tulisan Go Food.

Go Food Logo

Makna Logo Go Food

Kedua icon sendok dan garpu tersebut sekaligus menegaskan jika go food akan membantu pengguna untuk lebih mudah dalam urusan makan. Tak heran mengingat layanan ini membuat pemesanan makanan menjadi lebih praktis serta mudah untuk penggunanya.

Membicarakan tentang gojek logo, go life logo serta go food logo memang tidak ada habisnya. Pasalnya logo-logo tersebut yang menggambarkan bagaimana semangat perusahaan dalam memberikan pelayanan untuk penggunanya. Nah, jadi bagaimana sepakat dengan makna logo di atas atau justru memiliki pendapat sendiri seputar arti ketiga logo tersebut?