Kumpulan Data Persamaan Flyback TV Terlengkap Semua Merk

Televisi atau TV adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom hitam-putih maupun berwarna. Kata “televisi” merupakan gabungan dari kata tele yang berarti jauh dan visio yang berarti penglihatan, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual atau penglihatan.”

Penggunaan kata “Televisi” sendiri juga dapat merujuk kepada “kotak televisi”, “acara televisi”, ataupun “transmisi televisi”. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia ‘televisi’ secara tidak formal sering disebut dengan TV.

Kotak televisi pertama kali dijual secara komersial sejak tahun 1920-an, dan sejak saat itu televisi telah menjadi barang biasa di rumah, kantor bisnis, maupun institusi, khususnya sebagai sumber kebutuhan akan hiburan dan berita serta menjadi media periklanan. Sejak 1970-an, kemunculan kaset video, cakram laser, DVD dan kini cakram Blu-ray, juga menjadikan kotak televisi sebagai alat untuk melihat materi siaran serta hasil rekaman. Dalam tahun-tahun terakhir, siaran televisi telah dapat diakses melalui Internet, misalnya melalui iPlayer dan Hulu.

Sebuah kotak televisi terdiri dari bermacam-macam sirkuit elektronik didalamnya, termasuk di antaranya sirkuit penerima dan penangkap gelombang penyiaran. Perangkat tampilan visual yang tidak memiliki perangkat penerima sinyal biasanya disebut sebagai monitor, bukannya televisi. Sebuah sistem televisi dapat dipakai dalam berbagai penggunaan teknologi seperti analog (PAL, NTSC, SECAM), digital (DVB, ATSC, ISDB dsb.) ataupun definisi tinggi (HDTV).

Apa Itu Fly Back Tv

APA ITU FLY BACK TV

TV atau Televisi ialah peralatan elektronik yang dimiliki setiap keluarga. Bagi kalangan perekonomian menengah ke atas, bahkan ada yang menambah televisi untuk di simpan di ruangan lain seperti kamar tidur. Akan tetapi peralatan elektronika seperti halnya televisi selalu menemukan masalah, seperti kerusakan karena faktor pemakaian, usia TV sudah tua dan banyak faktor lainnya yang menyebabkan pesawat televisi mengalami kerusakan.

Baca juga >>
Cara menggunakan aplikasi ruang guru.

Salah satu bagian paling vital di TV adalah Trafo FBT atau Fly Back TV. Trafo flyback (FBT), juga disebut trafo keluaran jalur (LOPT), adalah jenis trafo listrik khusus. Pada awalnya dirancang untuk menghasilkan sinyal gigi gergaji tegangan tinggi pada frekuensi yang relatif tinggi. Dalam aplikasi modern, ini digunakan secara luas dalam catu daya mode-sakelar untuk pasokan tegangan rendah (3 V) dan tegangan tinggi (lebih dari 10 kV).

Sirkuit trafo flyback ditemukan sebagai alat untuk mengontrol gerakan horizontal berkas elektron dalam tabung sinar katoda (CRT). Tidak seperti trafo konvensional, trafo flyback tidak diumpankan dengan sinyal bentuk gelombang yang sama dengan arus keluaran yang diinginkan. Efek samping yang nyaman dari transformator semacam itu adalah energi yang cukup besar yang tersedia di sirkuit magnetnya. Ini dapat dimanfaatkan dengan menggunakan belitan ekstra untuk memberikan tenaga untuk mengoperasikan bagian lain dari peralatan.

Secara khusus, tegangan yang sangat tinggi dengan mudah diperoleh dengan menggunakan belitan yang relatif sedikit yang, setelah perbaikan , dapat memberikan tegangan percepatan yang sangat tinggi untuk CRT. Banyak aplikasi yang lebih baru dari trafo seperti membuang kebutuhan untuk menghasilkan tegangan tinggi dan menggunakan perangkat sebagai cara yang relatif efisien untuk menghasilkan berbagai voltase rendah menggunakan trafo yang jauh lebih kecil daripada trafo listrik konvensional.

Fungsi Flyback TV

Trafo flyback digunakan dalam pengoperasian perangkat layar CRT seperti pesawat televisi dan monitor komputer CRT. Tegangan dan frekuensi masing-masing dapat berkisar dalam skala luas tergantung pada perangkatnya. Misalnya, CRT TV berwarna besar mungkin memerlukan 20 hingga 50 kV dengan kecepatan pindai horizontal 15,734 kHz untuk perangkat NTSC dan 15,625 kHz untuk perangkat PAL . Tidak seperti trafo daya (atau “listrik”) yang menggunakan arus bolak – balik 50 atau 60 hertz , trafo flyback biasanya beroperasi dengan arus sakelar pada frekuensi yang jauh lebih tinggi dalam kisaran 15 kHz hingga 50 kHz.

Sangat penting untuk diketahui sebelum memperbaiki televisi khususnya para ahli teknisi yaitu Data Persamaan Flyback TV lengkap semua merek. Informasi tersebut bisa Anda jadikan sebagai referensi pengganti Trafo FBT, hal seperti ini penting diketahui karena akan digunakan saat memperbaiki televisi yang rusak. Banyak  kasus ditemukan jenis Trafo FBT yang mengalami kerusakan barangnya tidak tersedia, jadi Anda harus sebisa mungkin mengetahui data flyback dan persamaannya.

Dengan kemajuan zaman saat ini saja, sudah banyak sekali merk televisi di pasaran mulai dari Tv Cina, Tv tabung, Led dan LCD. Banyak para perusahaan yang terus menciptakan banyak model dan kecanggihan yang ditanamkan pada pesawat televisi dengan kualitas dan spesifikasi yang berbeda supaya bisa memuaskan hati para konsumen.

Baca juga >>
Cara Membuat Laporan Crystal Report Database MySQL

Dengan banyaknya brand televisi yang bermunculan dipasaran, tidak menutup kemungkinan bahwa sparepart yang ditanamkan juga berbeda pada setiap mereknya, maka dari itu para teknisi merasa kebingungan. Contohnya seperti Flayback Tv Polytron dengan Tv Polytron slim tentu saja pasti berbeda sparepartnya. Pasti hal ini juga berlaku buat semua merek seperti Changhong, Tcl, Hitachi, Sharp, Samsung, Panasonic, Sony dan lain – lain.

Kumpulan Data Persamaan Flyback Tv Lengkap

Kumpulan Data Persamaan Flyback TV Lengkap

Ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu fungsi dan bagian – bagian flyback supaya bisa mengganti komponen tersebut disaat memperbaiki Tv. Maka dari itu kamu akan mengetahui jenis flyback dan fungsinya. Maka dari itu kami akan memberikan Kumpulan Data Persamaan Flyback TV Terlengkap untuk semua Merk.

TV AKARI / FUJITEC China

  • 14″ BSC22 – 01N40
  • 20″ BSC24 – 01N40TA
  • 14″ BSC25 – 1194
  • 20/21″ BSC25 – 4803T
  • 14″ BSC22 – 2007 (B+125)
  • 20″ BSC25-N0803A
  • COL_B+115V_NC_AFC_GND_H_ABL_NC

TV AKIRA

  • 14″ JF0501 – 1901
  • 21″ BSC23 – N0114
  • COL_B+115V_GND_185V_H_ABL_GND_16V_NC_24V

TV AKIRA Vert +14v dan -14v

  • 21″ JF0501 – 19959
  • BSC25-4004A
  • BSC25-N 0103
  • BSC24-01N4004U
  • COL_B+115V_+14V_-14V_GND_H_AFC_ABL_NC_185V

TV AKIRA CT-29TK9Ae

  • JF0501-2202
  • Col_B+125v_Afc/Nc_-12v_+12v_Gnd_H_Abl_Gnd_180v

TV AKIRA Slim 29″

  • BSC29-N2477
  • Col_180v_B+130v_Gnd_Nc(14v)_25v_Nc(Gnd)_Abl_H_Inner

TV AKIRA / FUJITEC IC8893CPBNG

  • 21″ BSC25 – 05N2135H
  • 21″ BSC25 – N0379
  • 21″ BSC25 – 3604V
  • 21″ BSC25 – 0235A
  • 21″ BSC25 – 4803T1
  • COL_B+115V_NC_AFC_GND_H_ABL_180V
  • BSC22-68F03
  • BSC25-N0449
  • COL_B+115V_24v_AFC_GND_H_ABL_180V

TV AIWA 14/20″

  • 84-L83-606-01
  • FTK 14B011
  • COL_B+115V_24V_GND_185V_H_ABL_GND_AFC_12V

TV DETRON

  • 14″ 154 – 164F
  • 20″ 154 – 165D
  • 20″ JF0501-1212
  • 24v_14v_B+115V_H_AFC_ABL_GND_185V_NC_COL

TV SHARP

  • 14″ F0067PE
  • 20″ F0069PE
  • COL_B+115V_24V_16V_NC_AFC_GND_H_185V_ABL
  • 21″ F0147PE
  • COL_B+115V_GND_24V_12V_AFC_185V_GND_H_ABL
  • 14″ F0193 / 21″F0194
  • Col_B+115V_GND_40V_12V_AFC_185V_GND_H_ABL

TV SHARP Picollo, Expression, Alexander

  • 14″ BSC26-2631S / FA060 WJ (Box Silver)
  • 21″ BSC21-2647S / F0229PE / FA061WJ (Box Silver)
  • 14″ BSC21-2672S/ FA084WJ-B
  • 21″ JF0501-32601 / FA071WJ – A
  • 21″ BSC25-0232A / FA104WJZZ
  • 21″ BSC24-2688S / FA113WJ-B
  • COL_B+125V_GND(NC)_24V_12V_AFC/-12v_185V_GND_H_ABL
  • 29″ FA100WJ / FA116WJ
  • Col_B+125v_Gnd_Nc(30V)_+14v_AFC/-14v_180v_Gnd_H_Abl

TV GOLDSTAR / LG / AKARI / INTEL

  • 154 – 177B
  • 154 – 064P
  • 154 – 374C (29 inch)
  • 6174 – 8004A
  • 6174Z – 6040X
  • MF6549
  • FCM – 20B058
  • COL_185V_B+115V_GND_16V_24V_40V_ABL_H_AFC
  • 154 -177E
  • COL_185V_B+90v_BOOST UP_25V_12V_GND_ABL_H_AFC

TV JVC

  • 21″ BSC25 – 0262
  • COL_B+115V_AFC_NC_24V_GND_H_ABL_185V_ GND

TV JVC AV20NX

  • 21″ JF0501 – 3241 / QQ0189 – 001
  • Col_B+115v_ AFC_-12V_+12V_Gnd_HT_ABL_185v_Gnd

TV FUJITEC lama

  • BSC22 – 2314H
  • JF0501-1903
  • FCM14A032
  • KFS 60844
  • COL_B+115V_180V_16V_24V_H_GND_ABL_AFC_NC

TV HITACHI FUJIAN

  • BSC25 – 0820
  • Col_B+115_Nc_Nc_25v_12v_Abl_Ht_Gnd_180v

TV PANASONIC

  • TLF14695F/Alpha Gold
  • TLF 15610 F
  • TLF 15611 F
  • KFS60844
  • Col_B+_Gnd_PS sink -_25v_Ht_185v_Abl_Nc_PS sink+
  • 20″ TLF 4N052
  • Col_B+115v_Nc_24v_H_180v_Gnd_Gnd  (R2W 1 ohm)_16v_ABL
  • ZTF N82014B
  • Col_B+140v_Nc_+16v_Gnd_H_Gnd_ABL_-16v_ 180v
  • 21″ G4GAM3F2
  • Col_B+90v_180v_Nc_Nc_Nc_Nc_Abl_Gnd_Ht

TV SANSUI

  • JF0501 -1206
  • JF0501-1204
  • COL_B+115V_185V_16V_24V_H_GND_ABL_AFC_NC

TV LG

  • 20″: 6174 – 6006E
  • 6174Z – 6040C (LG Turbo Swing 21″)
  • Col_185v_B+115V_Gnd_-14v_+14v_Nc_ABL_H_AFC
  • 21″ 6174V-6006H (Flat & Super Slim)
  • 21″ BSC24-3366J (Super Slim)
  • 21″ BSC25-N0329
  • 21″ 154-064P (persamaan)
  • COL_185V_B+115V_GND_Nc_24V_Nc_ABL_H_AFC
  • 29″ 6174Z – 5003A
  • 29″ BSC28 – N2334
  • Col_B+115v_+14v_-14v_200v_Gnd_Nc_28v_ABL_H
Baca juga >>
Cara Bermain PUBG Mobile Di PC Dengan Emulator Tencent

TV LG ultra Slim

  • 21″ BSC25-N0363
  • 29″ BSC26-N2138
  • Col_B+115V_+14V_-14V_200V(Video)_Gnd_Inner_26V_Abl_H

TV LG super slim

  • 6174913002A
  • BSC24-3366J
  • COL_185V_B+115V_GND_Nc_24V_Nc_ABL_H_AFC

TV TOSHIBA

  • 14″ TFB 4067 BD
  • 20″ TFB 4122 BD
  • 20″ TFB 4122 HY
  • 21″ TFB 4125 CH
  • 21″ TFB 4213AG (Flat)
  • 29″ TFB 4086A
  • COL_B+115V_185V_GND_NC_24V_12V_ABL_H_AFC

TV POLYTRON / DIGITEC

  • 20″ FCM 20 B 061N
  • 21″JF 0501 – 19577
  • 21″ JF0501 – 19584
  • COL_B+115V_GND_NC_185V_H_NC(25v)_ABL_+12V_-12V(AFC)
  • 21″ JF0501-195913
  • 21″ FTK-21R011UN
  • Col_B+115V_Gnd_185v_Nc_H_25v_Bcl_12v_Afc

TV POLYTRON lama

  • 14″ FCK 14A006
  • 20″ FCM2015H
  • 20″ FTK21R002
  • NC_NC_GND_185V_16V_H_24V_ABL_B+115V_COL

TV SAMSUNG

  • FSV 14A004
  • FSV14A001
  • FSV20A001
  • 16,5V_AFC_H_24/40V_180V_GND_NC_ABL_B+125V_COL
  • FOK14A001
  • FSV-14A004C
  • FSV-14A004H
  • FSA-38031M
  • FSA-38032M
  • FSA 173 B
  • AA26-002101A
  •  +16,5V_24V_H_-16V,5_185V_GND_NC_ABL_B+125V_COL
  • 14/21″ Flat FOK14B001
  • Col_NC_B+123V_NC_200V_Gnd_H_-16,5V_+16,5V_ABL
  • 21″ FUH29A001A (S)
  • Col_Nc_B+130v_Nc(widht)_200v_Gnd_H_-16,5v_+16,5v_Abl

TV SAMSUNG

  • 29″ FUH29A001 (B+ 135v)
  • SAMSUNG FLAT SLIM 29″ JF0501 – 91911 (FQH29A003) (B+125v)
  • 21″ SLIM FQH21A004 / BSC25-0217G / AA26-00305A / FUH29A001B (S) (B+120/125V)
  • COL_NC_B+125V_NC_200V_GND_H_-16,5V_+16,5V_ABL

TV Merk China

  • BSC 25 Z 603F
  • BSC 25 – 4813A
  • BSC 25 – N1003A
  • BSC25 – N0608
  • TP1_COL_TP2_B+115v_TP3_TP4_GND_H_ABL_NC(180V)
  • BSC24-014001D
  • BSC25-N0321
  • BSC25-N1534
  • BSC25-N1634
  • BSC25-Z1003
  • BSC25-Z2705
  • BSC25-Z2706
  • BSC25-N0313
  • BSC25-F1125A
  • TP1_COL_TP2_B+115v_TP3_TP4_GND_H_ABL_AFC

TV Merk China

  • BSC 25 – 2004PR
  • COL_B+115v_NC_AFC_GND_H_ABL_NC_TP1_TP2
  • BSC24-01N4014K
  • BSC25-T1010A
  • T1_COL_T2_B+115v_T3_T4_GND_H_ABL_180V

TV Merk China

  • 29″ BSC26 – 3606A
  • Col_B+115V_NC_AFC_GND_H_ABL_T1_T2_T3
  • 29″ BSC28 – N2329
  • 29″ BSC29 – T6018N
  • Col_TP2_B+115V_GND_185V_NC_NC_ABL_H_AFC
  • 29″ BSC26 – N0570
  • 29″ BSC26 – N0670
  • 29″ BSC27 – KLX29
  • 29″ BSC26 – 01N
  • Tp1_Col_Tp2_B+_Nc_Tp3_Gnd_Ht_Abl_180v

TV DIAMOND (Tv China)

  • BSC24 – 2231HC
  • Col_B+115_40v_14v_Gnd_Afc_Abl_Ht_180v_Nc

TV SANYO

  • 21″ L 40 B 15300 / L40B17100
  • 21″ JF0501-32611 (ILB4L40B09500) sanyo flat
  • JF0501-32639 (SANYO SLIM 21″)
  • COL _B+115V_NC(lowb)_185V_AFC_NC_ABL_LOWB(nc)_H_GND

TV SANYO SLIM FLAT 29″

  • BSC26 – 2629S part no: 1LB4L40B07500
  • BSC26 – 2670S / 1LB4L40808000 (Flat)
  • Col_B+140v_Nc_Video 185v_Afc_Nc_Abl_Low B_H_Gnd
  • Tr Hor D2634

TV TCL

  • 21″ BSC25 – 0299D
  • 21″ BSC25 – 0273F
  • 21″ JF0501-1914
  • BSC25 – 0231
  • 21″ BSC25-0284C
  • BSC 66G 185V_COL_AFC_B+115V_NC_NC_NC_GND_NC_H
  • BSC25-0211
  • JF0501-1909A
  • JF0501-1214
  • 185V_COL_AFC_B+115V_12V_24V_ABL_GND_NC_H
  • 21″ BSC25 – 0252S
  • Col_B+_NC_NC_NC_AFC_GND_ABL_200V_HT

TV KONKA

  • 14″ BSC25-2023S
  • 14″ BSC25 – 0106
  • 21″ BSC25-2666S
  • 20″ BSC25-0111
  • COL_185V_B+115V_GND_AFC_14V_ABL_H_NC_NC
  • 21″ BSC25-0146
  • Col_185v_B+115_Gnd_Nc_Nc_Abl_Ht_Gnd_Afc

TV SONY 21″

  • 8-598-858-00
  • 8-598-831-00
  • 8-598-811
  • 1-453-284-11
  • 8-598-960-00
  • COL_B+_200V_H_GND_-13V_GND_+13V_NC_ABL

TV SONY  Trinitron

  • 29″ 1-439-423-32
  • H1_H2_180v_B+_Col_14V_Abl_Nc_26v_Nc_Gnd

TV RCA

  • 14″ 6174Z – 8006A
  • B+110_Col_6.5V_Gnd H_H_Abl_-12V_Gnd_180v_+12v

TV PHILIPS

  • 29″ JF0501 – 9185
  • BSC25 – N2319
  • BSC25 – N2911
  • Col_B+125v_180v_Afc(-12v)_H_8v_12v_ABL_45v_Gnd

TV SANKEN

  • 21″ BSC24-01N4004U
  • JF0501 – 19959
  • BSC25-N 0103
  • Col_ B+115_+14V_-14V_Gnd_Ht_Afc_Abl_Nc_180v

TV AKIRA

  • -14″ HF0501 = 1901
  • -21″ BSC23 = N0114
  • PIN: COL-B+15V-GND-185V-H-ABL-GND-16V-NC-24V

TV AKARI/FUJITEC

  •   IC8893CP
  • -21″ BSC25 = 05N2135H
  • -21″ BSC25 = N0379
  • PIN: COL-B+115V-NC-AFC-GND-H-ABL-180V

TV AKARI/FUJITEC

  • -14″ BSC 22 = 01N401
  • -14″ BSC25 = 1194
  • -20/21″ BSC25 = 4803T
  • -14″ BSC22 = 2007 (B+125)
  • -20″ BSC25 = N0803A
  • PIN:COL-B+115V-NC-AFC-GND-H-ABL-NC

TV AKIRA VERT

  • -21″ JF0501 = 19959
  • -21″ BSC25 = 0235A
  • PIN: COL-B+115V-(+14V)-(-14V)-GND-H-AFC-ABL-NC-185V

TV AIWA

  • -14″/20″ 84=L83=606=01/FTK 14B011
  • PIN: COL-B+115V-24V-GND-185V-H-ABL-GND-AFC-12V

TV GOLDSTAR/AKARI/LG/INTEL.

  • – 154 = 177B
  • – 154 = 064P
  • – 6174 = 8004A
  • – 6174Z = 6040X
  • PIN: COL-185V-B+115V-GND-16V-24V-40V-ABL-H-AFC
  • -154 = 177E
  • PIN: COL-185V-B+90v-BOOST UP-25V-12V-GND-ABL-H-AFC
Baca juga >>
Cara Kerja Mobil Listrik Dan Keuntungannya

TV SHARP

  • -14″ F0067PE
  • -20″ F0069PE
  • PIN:COL-B+115V-24V-16V-NC-AFC-GND-H-185V-ABL
  • – 21″ F0147PE
  • PIN:COL-B+115V-GND-24V-12V-AFC-185V-GND-H-ABL
  • -14″ F0193 / 21″F0194
  • PIN:COL-B+115V-GND-40V-12V-AFC-185V-GND-H-ABL

TV SHARAP PICOLLO

  •  -14″ BSC26 = 2631S
  •  -FA060 WJ = SA
  •  -21″ JF0501=32601
  •  – A071WJ
  • PIN:COL-B+125V-GND-24V-12V-AFC-185V-GND-H-ABL

TV JVC.

  •  -21″ BSC25 = 0262
  • PIN:COL-B+115V-AFC-NC-24V-GND-H-ABL-185V- GND

TV JVC AV20NX

  • -21″ JF0501 = 324
  • QQ0189 = 001
  • PIN:COL-B+115V- AFC-(-12V)-+12V-GND-HT-ABL-185V-GND

TV DETRON

  • -14″ 154 = 164F
  • -20″ 154 = 165D
  • PIN:24v-14v-B+115V-H-AFC-ABL-GND-185V-NC-COL

TV TOSHIBA

  • -14″ TFB 4067 BD
  • -21″ TFB 4125CH
  • – 29″ TFB 4086A
  • PIN:COL-B+115V-185V-GND-NC-24V-12V-ABL-H-AFC

TV LG

  • -20″  6174 = 6006E
  • PIN:COL-185v-B+115V-GND-(-14V)-(+14V)-GND-ABL-H-AFC
  • -21″ 6174V=6006H
  • – 21″ BSC24=3366J
  • PIN:COL-185V-B+115V-GND-NC-24V-NC-ABL-H-AFC
  • -29″ 6174Z=5003A
  • PIN:COL-B+115v-(+14V)-(-14V)-200V-GND-NC-28V-ABL-H

TV POLYTRON

  • – 14″ FCK 14A006
  • – 20″ FCM2015H
  • – 20″ FTK21R002
  • PIN:NC-NC-GND-185V-16V-H-24V-ABL-B+115V-COL

TV POLYTRON/DIGITEC

  • – 20″ FCM 20 B 061N
  • – 21″JF 0501 = 19577
  • PIN:COL-B+115V-GND-NC-185V-H-NC-ABL-(+12V)-(-12V)
  • – 21″ JF0501 = 195913
  • PIN:COL-B+115V-GND-185V-NC-H-25V-BCL-12V_AFC

TV PANASONIC

  • – 20″ TLF 4N052
  • PIN:CO-B+115-N-24-H-180-GND-GND- R2W 1 ohm-16V-ABL
  • – ZTF N82014B
  • PIN:COL-B+140-N-+16V-H-GND-ABL-(-16V)- 180v

TV FUJITEC

  • – 14″ BSC22 = 2314H
  • PIN:COL-B+115V-180V-16V-24V-H-GND-ABL-AFC-NC

TV SANSUI

  • – JF051 = 1206
  • PIN:COL-B+115V-185V-16V-24V-H-GND-ABL-AFC-NC

TV LG

  • – 21″ BSC25 = N0363
  • – 29″ BSC26 = N2138
  • PIN:COL-B+115V-(+14V)-(-14V)-200V-GND-INNER-26V-ABL-H

TV SAMSUNG

  •  -FSV 14A004
  •  – FSV14A001
  •  – FSV20A001
  • PIN:16,5V-AFC-H-24V-180V-GND-NC-ABL-B+125V-COL
  • – FOK 14A001
  • – FSV 14A004C
  • – AA26 002101A
  • PIN:+16,5V-24V-H-(-16V,5)-185V-GND-NC-ABL-B+125V-COL
  • – 14/21″ Flat FOK14B001
  • PIN:COL-NC-B+123V-NC-200V-GND-H-(-16,5V)-(+16,5V)-ABL

TV MERK CHINA.

  • – BSC 25 Z 603F
  • – BSC 25 4813A
  • PIN:TP1-COL-TP2-B+115V-TP3-TP4-GND-H-ABL-NC

 

CARA KERJA TRAFO FBT

Belitan utama trafo flyback digerakkan oleh sakelar dari suplai DC (biasanya transistor). Saat sakelar dinyalakan, induktansi primer menyebabkan arus menumpuk di tanjakan. Dioda integral yang dihubungkan secara seri dengan belitan sekunder mencegah pembentukan arus sekunder yang pada akhirnya akan melawan ramp arus primer.

Saat sakelar dimatikan, arus di primer jatuh ke nol. Energi yang disimpan dalam inti magnet dilepaskan ke sekunder saat medan magnet di inti runtuh. Tegangan pada belitan keluaran naik sangat cepat (biasanya kurang dari satu mikrodetik) sampai dibatasi oleh kondisi beban. Setelah tegangan mencapai tingkat yang memungkinkan arus sekunder, aliran muatan dalam bentuk ramp menurun.

Siklus tersebut kemudian dapat diulang. Jika arus sekunder dibiarkan keluar sepenuhnya ke nol (tidak ada energi yang tersimpan di inti), maka dikatakan bahwa transformator bekerja dalam mode diskontinyu (DCM). Ketika beberapa energi selalu disimpan dalam inti (dan bentuk gelombang arus terlihat trapesium daripada segitiga), maka ini adalah mode kontinu (CCM). Istilah ini digunakan terutama pada trafo catu daya.

Cara Kerja Trafo Fbt

Belitan keluaran tegangan rendah mencerminkan gigi gergaji dari arus primer dan, misalnya untuk keperluan televisi, memiliki belitan lebih sedikit daripada primer, sehingga memberikan arus yang lebih tinggi. Ini adalah bentuk gelombang ramp dan pulsed yang berulang pada frekuensi horizontal (garis) tampilan. Flyback (bagian vertikal dari gelombang gigi gergaji) dapat menjadi masalah potensial bagi trafo flyback jika energinya tidak memiliki tujuan: semakin cepat medan magnet runtuh, semakin besar tegangan yang diinduksi , yang, jika tidak dikontrol, dapat berkedip di atas terminal transformator. Frekuensi tinggi yang digunakan memungkinkan penggunaan trafo yang jauh lebih kecil. Di pesawat televisi , frekuensi tinggi ini sekitar 15 kilohertz (15.625 kHz untuk PAL, 15.734 kHz untuk NTSC ), dan getaran dari inti transformator yang disebabkan oleh magnetostriksi sering terdengar sebagai rengekan bernada tinggi. Dalam tampilan komputer modern, frekuensi dapat bervariasi dalam rentang yang luas, dari sekitar 30 kHz hingga 150 kHz.

Baca juga >>
Cara Merawat Komputer Efektif Terbaik

Trafo dapat dilengkapi dengan belitan ekstra yang tujuan utamanya adalah untuk memiliki pulsa tegangan yang relatif besar yang diinduksi di dalamnya ketika medan magnet runtuh saat sakelar input dimatikan. Ada banyak energi yang disimpan dalam medan magnet dan menggabungkannya melalui belitan ekstra membantunya runtuh dengan cepat, dan menghindari kilatan tegangan yang mungkin terjadi. Kereta pulsa yang berasal dari belitan trafo flyback diubah menjadi arus searah dengan penyearah setengah gelombang sederhana. Tidak ada gunanya menggunakan desain gelombang penuh karena tidak ada pulsa yang sesuai dengan polaritas berlawanan. Satu putaran belitan sering menghasilkan pulsa beberapa volt. Dalam desain televisi yang lebih tua, trafo menghasilkan tegangan tinggi yang diperlukan untuk tegangan akselerasi CRT secara langsung dengan keluaran yang diperbaiki oleh penyearah sederhana. Dalam desain yang lebih modern, penyearah diganti dengan pengali tegangan . Televisi berwarna juga harus menggunakan pengatur untuk mengontrol tegangan tinggi. Set paling awal menggunakan regulator tabung vakum shunt, tetapi pengenalan set solid state menggunakan resistor bergantung tegangan yang lebih sederhana. Tegangan yang diperbaiki kemudian digunakan untuk memasok anoda terakhir dari tabung sinar katoda.

Seringkali terdapat belitan tambahan yang menghasilkan tegangan lebih rendah untuk menggerakkan bagian lain dari sirkuit televisi. Tegangan yang digunakan untuk membiaskan dioda varactor pada tuner modern sering kali berasal dari trafo flyback (“Line OutPut Transformer” LOPT). Dalam set tabung, belitan filamen satu atau dua putaran terletak di sisi berlawanan dari inti sebagai HV sekunder, digunakan untuk menggerakkan pemanas tabung penyearah HV.

Dalam tampilan modern, LOPT, pengganda tegangan, dan penyearah sering kali diintegrasikan ke dalam satu paket di papan sirkuit utama. Biasanya terdapat kawat berinsulasi tebal dari LOPT ke terminal anoda (ditutup tutup karet) di sisi tabung gambar.

Salah satu keuntungan dari pengoperasian trafo pada frekuensi flyback adalah bahwa trafo tersebut bisa jauh lebih kecil dan lebih ringan daripada trafo sejenis yang beroperasi pada frekuensi (saluran) utama. Keuntungan lainnya adalah menyediakan mekanisme pengaman – jika sirkuit defleksi horizontal gagal, trafo flyback akan berhenti beroperasi dan mematikan sisa tampilan, mencegah layar terbakar yang sebaliknya akan dihasilkan dari pancaran elektron stasioner.

Sekian informasi dari kami tentang  Kumpulan Data Persamaan Flyback TV Terlengkap Semua Merk semoga informasi yang kami bagikan bisa berguna untuk Anda. Terimakasih

Order via Whatsapp !