Ketetapan UMR Jakarta 2020 Terbaru dan Cara Menghitungnya

UMR Jakarta 2020 telah disahkan dan diumumkan sejak bulan November tahun 2019 lalu. UMR atau Upah Minimum Regional merupakan ketetapan pemerintah mengenai upah karyawan yang senantiasa dijadikan patokan bagi perusahaan sebagai dasar penghitungan gaji karyawan. Tidak hanya diterapkan di kota Jakarta, standar UMR juga digunakan seluruh perusahaan yang ada di Indonesia.

Penetapan UMR di suatu daerah pastinya tidak terlepas dari peraturan pemerintah dan kebijakan tertentu yang mendasari peraturan tersebut. Biasanya kenaikan UMR dihitung berdasarkan realisasi pertumbuhan ekonomi dan inflasi di suatu daerah atau kota, sehingga diharapkan standar UMR yang ditetapkan oleh pemerintah bisa memenuhi biaya hidup di kota atau di daerah tersebut.

Ketetapan Pemerintah Mengenai UMR Jakarta 2020

Upah Minimum Regional atau UMR ditetapkan oleh pemerintah sebagai standar terendah bagi perusahaan untuk menggaji karyawannya. Ketetapan mengenai UMR dibuat pemerintah dengan tujuan untuk memastikan pekerja/buruh mendapatkan upah penghasilan yang layak. Hal tersebut didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Pengupahan No. 78 Pasal 4 Tahun 2015 yang menyatakan bahwa penghasilan yang layak merupakan jumlah pendapatan yang diterima pekerja/buruh dari hasil pekerjaannya untuk memenuhi kebutuhan hidup pekerja dan keluarganya.

Besaran UMR Jakarta 2020 sendiri telah diumumkan sejak November tahun 2019 lalu. Besaran UMR Jakarta 2020 didasarkan pada data inflasi sebesar 3,39% serta data pertumbuhan ekonomi sebesar 5,21%, sehingga berdasarkan kedua data tersebut UMR Jakarta mengalami kenaikan sebesar 8,51% dibanding UMR tahun sebelumnya. Jika UMR tahun 2019 adalah sebesar Rp. 3.940.973, – maka di tahun 2020 ini UMR Jakarta menjadi Rp. 4.267.349, -.

Baca juga >>
10 peluang usaha dengan modal kecil terbaru 2018

Cara Menghitung Gaji Karyawan Berdasarkan UMR

Besaran gaji atau upah merupakan hal yang penting untuk diketahui bagi para pekerja/buruh. Dengan mengetahui besaran gaji yang diperoleh, pekerja/buruh bisa memperhitungkan dan menyesuaikan besaran gaji tersebut dengan biaya hidupnya.

Berdasarkan UU Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 pasal 94 dijelaskan bahwa Komponen upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap, maka besarnya upah pokok sedikit-dikitnya berasal dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap. UU tersebut mempertegas bahwa besaran upah yang diterima oleh pekerja/karyawan terdiri dari komponen gaji pokok dan tunjangan tetap.

Gaji pokok merupakan jumlah upah yang diberikan pihak perusahaan kepada pekerja atau karyawannya yang disesuaikan dengan tanggung jawab serta keahlian pekerja tersebut. Besaran gaji pokok biasanya 75% dari upah minimum yang ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan tunjangan tetap merupakan pembayaran yang diberikan secara teratur setiap bulannya oleh pihak perusahaan kepada pekerja atau karyawan bersamaan dengan gaji pokok. Jumlah tunjangan tetap biasanya sebesar 25% dari upah minimum.

Dari perhitungan gaji pokok dan tunjangan tetap tersebut, maka akan diperoleh nominal yang besarannya sama dengan UMR atau upah minimum yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Jumlah besaran tersebut merupakan besaran minimum atau besaran terkecil yang wajib diberikan oleh pihak perusahaan kepada pekerja atau karyawannya.

Selain kedua komponen tersebut, biasanya perusahaan juga memiliki komponen lain yang digunakan untuk standar penggajian karyawan seperti tunjangan tidak tetap, dan lain sebagainya. Adapun besaran komponen gaji lainnya akan ditetapkan oleh pihak perusahaan sesuai dengan kebijakan perusahaan masing-masing.

Mengetahui nominal UMR Jakarta 2020 tentunya akan membantu pihak perusahaan untuk menetapkan standar minimal dalam menggaji pekerja/buruh. Selain itu, dengan mengetahui nominal UMR, para pekerja/buruh juga bisa memastikan perusahaan tempatnya bekerja sesuai dengan aturan pemerintah atau tidak.

Order via Whatsapp !