Orang yang sok benar, sok bijaksana, dan sok pintar seringkali bikin kita jengkel. Pada keadaan tertentu, kita bisa saja mengabaikannya biar tak membuang-buang waktu dan tenaga.

Namun ada kalanya mereka mulai mengusik kedamaian hati dan kehidupan kita sehingga harus diberi sedikit kata-kata pedas sebagai sindiran biar tak lagi mengganggu kita.

Kata sindiran ini bisa kamu buat dimanapun kamu berada, entah secara lisan atau status di media sosial.

Orang sok benar bisa kita bagi ke dalam beberapa kategori, diantaranya sok benar karena merasa pintar, kaya, bijaksana, dan religius.

Dengan begitu, quote atau kata sindiran ini bisa kita berikan kepada masing-masing target dengan kategori seperti di atas!

Kata Sindiran untuk si Sok Benar dan Pintar

Sok pintar bisa menjadi musuh kita dalam berbagai macam hal. Dimulai dari menambah musuh baru hingga diperolok orang lain.

Begitupun saat kita dihadapkan dengan orang semacam itu, maka seringkali menyinggung perasaan kita secara personal.

Sok pintar bisa terjadi karena efek Dunning-Krueger, yang mana biasanya menghinggapi orang-orang yang baru belajar sesuatu pada permukaan dasar saja.

Sebaliknya, mereka yang sudah belajar lama akan semakin sadar bahwa ilmu mereka masih kurang dari berbagai macam hal.

Orang sok benar dan pintar ini juga memiliki kepribadian untuk tidak terus belajar dan puas hanya dengan 1 atau 2 pengetahuan saja.

Makanya, kita berikan kata sindiran biar mereka sadar atau sedikit merefleksikan diri terhadap apa yang mereka lakukan. Contohnya:

  • Orang bijaksana melakukan aksi dengan nyata. Sementara orang sok bijaksana mengupdate kata-kata bijak di medsos. – Anonim.
  • Tidak peduli seberapa berpendidikan, berbakat, kaya, atau keren diri kamu, perlakuan kamu terhadap orang lain pada akhirnya akan menunjukkan segalanya. – anonim.
  • Orang sombong melahirkan kesedihan bagi diri mereka sendiri. – Emily Bronte.
  • Orang pintar itu suka berpura-pura menjadi orang bodoh, sementara orang bodoh melakukan sebaliknya. – No Game No Life.
  • Orang bodoh banyak bicara, orang sok benar mencari pembenaran dengan cara banyak berbicara, orang pintar diam dan tertawa melihat sosok tersebut. – Beyond the World.
  • Cara mengetahui orang sok benar itu gampang! Lihat apakah ia banyak bicara atau tidak, dan sok bijak atau tidak. – Kouki Eichirou.

Salah seorang anak autis atau penderita ADHD bernama Ellie yang diwawancara oleh sebuah channel Youtube Special Books by Special Kids pernah mengatakan bahwa salah satu ketakutan yang bisa ia lakukan adalah “bicara nyerocos tanpa henti”.

https://www.youtube.com/watch?v=D4Hapmm9YiY (menit 1:18 – 1:22)

Seorang anak autis dan ADHD yang selalu kita judge bahwa mereka bodoh, idiot, dan terbelakang ternyata memiliki pemikiran yang begitu luar biasa terhadap pandangan orang-orang yang merasa sok benar dan sok pintar, terutama dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Orang sok benar senantiasa melihat segala sesuatu dari perspektif pribadinya sendiri. Seandainya kita hadapkan mereka dengan anak autisme yang ada di atas, kemungkinan besar pemikirannya tentang orang-orang di sekitar bisa menjadi pelajaran berharga bagi orang tersebut.

Kata Sindiran untuk Sok Benar dan Bijaksana

Seperti yang kita tahu bahwa kebijaksanaan tidak bisa didapatkan melalui satu atau dua tahun pengalaman saja tentang kehidupan, melainkan haruslah melalui perjalanan panjang dan bagaimana cara mereka memandang realita.

Ada kalanya orang bijaksana ini haruslah mendapatkan pengakuan dari orang-orang sekitar, yang seringkali kita sebut sebagai Tomas (tokoh masyarakat).

Bayangkan jika kita salah dalam memilih orang bijak, maka apa yang mereka omongkan akan berdampak pada kehidupan bermasyarakat.

Tak jarang tokoh yang sok bijak dan sok benar bisa memulai peperangan dan pertikaian antara satu suku, satu negara, satu ras, dan satu agama.

Dimulai dari orang-orang terdekat yang sok bijak dan sok benar, kita bisa berikan sedikit sindiran seperti berikut:

  • Orang bijak melihat kebenaran dari dua sisi. Orang sok benar akan mencari pembenaran kebijaksanaan untuk dirinya sendiri.
  • Orang sok benar akan menggunakan kata-kata bijak untuk menyerang orang lain.
  • Orang sok benar men-judge orang lain bahwa mereka salah, orang bijak mengintrospeksi diri biar tidak menjadi sok benar.
  • Orang bijak membicarakan arti kehidupan, orang sok benar membicarakan kehidupan orang lain.
  • Bicaralah jika dimintai saran. Tapi jika kamu mengajari tanpa diminta, artinya kamu orang yang kesepian.
  • Lihat, penghuni surga sedang mengajari kita!
  • Dengarkan dengan seksama, biar dapat pahala karena menyenangkan orang sok benar yang suka nyerocos ngomong.
  • Ada orang yang merasa memegang kebenaran di atas segalanya, melihat dengan sombongnya ke arah bawah, sampai-sampai lupa bahwa di atas ada malaikat maut yang tengah mengintai.
  • Sesungguhnya, mendengarkan omongan orang sok benar lebih mudah daripada beradu argumen dengan mereka.

Orang sok benar dan sok biijaksana adalah penyakit mental yang paling berbahaya. Biasanya segala macam aktivitas sosial akan hancur lebur jika kita melibatkan orang semacam ini.

Tak ada introspeksi diri, dan tak ada pula belajar tentang kehidupan bersama. Semuanya didasarkan terhadap egoisme yang bikin orang sekitar merasa sakit hati akibat ucapan dan perilakunya.

Jadikan kata-kata sindiran di atas sebagai senjata terakhir kamu. Jika masih bisa dihindari, akan lebih baik untuk tidak menggubrisnya. Karena beradu argumen dengan orang sok benar diibaratkan seperti sedang berbicara dengan seekor keledai.

Kata Sindiran untuk Sok Benar dan Agamis

Di Indonesia, ajaran agama ada di atas segalanya dan dianggap paling suci. Mereka yang memiliki pengetahuan dengan ilmu tersebut biasanya dihormati oleh masyarakat dan pengikutnya.

Sayangnya, ada beberapa orang sok benar yang memanfaatkan situasi semacam ini agar mendapatkan perhatian dan daya tarik masyarakat, padahal aslinya busuk.

Jika kamu menemukan orang yang menjual agama semacam ini, maka bisa gunakan kata-kata sindiran berikut.

  • Menghitung dosa orang lain tak akan membuatmu menjadi orang yang lebih suci.
  • Nabi mengajarkan kedamaian, orang sok benar mengajak keributan atas nama agama.
  • Tuhan satu-satunya yang dapat menilai keimanan seseorang.
  • Pemilik surga dan neraka itu adalah Tuhan. Tapi ada orang yang dengan sombongnya menentukan siapa yang akan masuk surga dan neraka. – The Judgmental.
  • Menghina orang lain bukanlah cara yang baik untuk mengoreksi. Sebaliknya, malah menyebabkan lebih banyak kerusakan dan menjadi bukti bahwa kita sendirilah yang butuh diajari. – Mufti Ismail Menk.
  • Air mata pendosa lebih dicintai oleh Allah daripada mereka yang arogan dan sok benar. – Ibnu Atha’illah as-Sakandari.
  • Tak ada yang orang yang akan masuk surga selama masih ada kesombongan di hatinya sekalipun sebesar biji zarah. – Nabi Muhammad Saw.

Ajaran Islam yang sebenar-benarnya berasal dari Allah SWT yang diturunkan kepada para nabi. Dari sana, nabi mengajarkannya kepada sahabat, alim ulama, dan sampailah kepada kita.

Jadi, tetap berhati-hatilah kepada mereka yang berpura-pura berjalan di atas agama padahal demi kepentingan mereka sendiri, yang mana sulit untuk dibedakan hanya dalam sekali lirikan saja.