Jenis Investasi Syariah Untuk Pemula yang Cocok Jadi Instrumen Investasi Pilihan

Jika Anda merupakan umat Islam yang sadar tentang pentingnya investasi dan memilih investasi berbasis syariah untuk kepentingan masa depan Anda, ada beberapa jenis investasi syariah untuk pemula yang bisa Anda jalankan dan menjadi pilihan Anda.

Melalui investasi syariah untuk pemula tersebut, dana Anda akan aman karena memiliki nilai tambah di masa depan sekaligus Anda juga akan mendapatkan berbagai manfaat dari investasi syariah yang Anda ikuti.

Bagi Anda yang tertarik untuk menjalankan investasi berbasis syariah dan ingin tahu apa saja jenis investasi syariah untuk pemula yang cocok Anda ikuti, berikut informasi selengkapnya yang Anda perlu simak!

Jenis Investasi Syariah Untuk Pemula

Saham syariah

Jenis investasi syariah untuk pemula yang pertama direkomendasikan untuk Anda adalah saham syariah. Saham syariah ini secara sederhana merupakan jenis saham yang sesuai ketentuan Al-Quran dan sunnah.

Saham ini menjadi solusi atas keberadaan saham – saham lain yang tidak sesuai dengan ketentuan syariah. Saham syariah bisa menjadi korektor bagi mereka yang ingin menjalankan investasi dengan manajemen syariah.

Konsep saham syariah sendiri berupa penyertaan modal dengan konsep hak bagi hasil usaha terhadap suatu efek atau surat berharga yang ada. Semua prosedurnya aman dan pastinya bisa dipastikan tidak bertentangan dengan prinsip – prinsip syariah.

Investasi properti syariah

Dalam konsep investasi syariah, investasi tanah atau bangunan termasuk investasi yang halal karena Anda tidak hanya memberikan uang demi menghasilkan keuntungan lebih banyak melainkan juga menjual atau menyewakan tanah yang memang dari tahun ke tahun selalu memiliki peningkatan nilai jual dengan sendirinya.

Baca juga >>
Daftar Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik di Indonesia Apa Saja? Cek Disini!

Investasi asuransi syariah

Tak ada istilah uang hangus dalam investasi syariah. Ketika Anda tidak membayar premi sesuai syarat waktu di awal karena beberapa sebab, uang Anda tidak akan hangus.

Nasabah yang menggunakan dananya untuk investasi berhak mendapatkan uangnya kembali walau belum melewati tanggal jatuh temponya. Hal tersebut karena asuransi syariah memanfaatkan konsep wadiah atau titipan. Dalam tata laksana konsep ini artinya bahwa dana akan dikembalikan lagi ke rekening Anda yang sudah dipisahkan dengan rekening tabarru atau donasi.

Investasi reksa dana syariah

Reksa dana sendiri sebenarnya termasuk salah satu instrumen investasi yang tata laksananya benar – benar sesuai syariat islam. Hanya saja satu hal yang perlu ditekankan bahwa jangan sampai ada riba dalam prakteknya.

Karena itu beberapa aset manajemen sengaja membuat produk investasi reksa dana syariah yang dipisahkan dari reksa dana konvensional agar tata laksananya benar – benar sesuai dengan syariat Islam dan tidak mengandung unsur riba apapun didalamnya.

Reksa dana ini akan memberlakukan tata kelola uang dengan transparan. Investasi pun dilaksanakan oleh manajer investasi, akan tetapi prosesnya tidak berkaitan dengan maysir, riba dan sistem gharar.

Semua industri keuangan syariah, termasuk juga asuransi akan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah atau DPS. Bahkan masing – masing produk yang dikeluarkan juga harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari DPS. Sehingga Anda tak perlu ragu untuk menginvestasikan dana secara syariah melalui reksa dana syariah karena semuanya benar – benar aman dan menguntungkan.

P2P lending syariah

P2P lending tidak hanya hadir sebagai program pinjam meminjam uang antar member dengan konsep konvensional saja. Melainkan P2P lending juga hadir dengan sistem syariah.

Baca juga >>
Produk Asuransi Allianz yang Perlu Anda Tahu

Dalam kegiatan P2P lending syariah, fasilitas yang diberikan oleh fintech syariah merupakan fasilitas pembiayaan yang berbentuk jual beli atau murabahah dan akad kerjasama bisnis atau mudharabah. Konsepnya adalah mempertemukan antara pihak yang memiliki modal dengan pihak yang membutuhkan pembiayaan.

Masyarakat pun dapat berperan secara aktif sebagai investor yang nantinya akan memberikan metode pembiayaan sebagai UMKM yang dapat mengajukan pembiayaan atas semua usaha yang telah dilakukan.

Deposito bagi hasil syariah

Melalui sistem bagi hasil, Anda bisa mendepositokan uang ke berbagai bank syariah dengan jumlah nominal yang telah ditentukan didalam sebuah perjanjian. Perjanjian tersebut disebut sebagai akad Mudharabah yang nantinya melibatkan dua pihak yaitu pihak pemilik modal dan pihak pengelola modal.

Nantinya keuntungan yang Anda dapatkan berasal dari bagi hasil yang disesuaikan dengan laba bersih atas pengelolaan dana yang didapatkan. Uang yang Anda investasikan pun biasanya dapat diambil dalam periode 5 sampai dengan 10 tahun setelah kesepakatan berlangsung.  

Itulah beberapa jenis investasi syariah untuk pemula yang cocok menjadi instrumen investasi pilihan Anda. Pastikan Anda yang berniat investasi, pilih instrumen investasi secara tepat dan jangan sampai salah pilih.  

Terimakasih semoga Artikel ini Bermanfaat

Order via Whatsapp !