Untuk bisa mencawab pertanyaan yang diajukan pada judul di atas, maka kamu harus mengetahui terlebih dahulu jenis tekanan yang bersangkutan, karena masing-masing darinya memiliki faktor beragam dengan rumus Fisika yang berbeda.

Secara garis besarnya, tekanan dibagi ke dalam 3 bagian yaitu:

  • Tekanan benda padat
  • Tekanan benda cair
  • Tekanan udara

Salah satu perbedaan utama yang sangat nampak antara tekanan benda padat dan tekanan benda cair adalah dari sifat masing-masing zat tersebut.

Jika misalnya tekanan padatan terjadi karena berat benda, maka tekanan cairan terjadi karena berat dan pergerakan molukel dari zat cair tersebut.

Sementara tekanan udara dan gas memiliki sifatan yang lebih kompleks kaerna cenderung lebih sulit untuk dilepaskan dibandingkan dengan benda padat dan benda cair.

Untuk lebih lengkapnya, mending kita bahas satu per satu secara lebih mendetail mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya tekanan dari masing-masing zat tersebut.

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Tekanan Benda Padat

Tekanan benda padat mungkin menjadi salah satu aktivitas yang paling banyak kita temukan di sekitaran kita. Dengan kata lain, kesempatan untuk menemukan tekanan zat padat pun menjadi semakin besar.

Namun biar lebih mudah menggambarkan faktor yang mempengaruhi besarnya tekanan benda padat tersebut, kita buat sebuah contoh ilustrasi menggunakan sepotong kayu, paku, dan palu.

Paku dan kayu akan menjadi objek yang akan mendapatkan tekanan, sementara palu adalah objek yang memberikan tekanan.

Pertama, cobalah memukul sebilah kayu tumpul di atas permukaan padat seperti triplek atau dinding bata menggunakan palu. Lalu bandingkan dengan paku yang dipukul menggunakan palu sama di permukaan yang sejenis pula.

Dari sini saja kita sudah dapat menebak bahwa paku akan lebih mudah tertancap di permukaan solid tersebut.

Ilustrasi ini menunjukkan bahwa terkadang untuk mengetahui besaran pengaruh dari suatu tekanan, maka besarnya gaya tekanan benda padat saja tidak cukup untuk menjawab persoalan di atas. Kita juga harus tahu bagaimana gaya tersebut didistribusikan pada permukaan tumbukan.

Khusus untuk paku, semua gaya antara dinding dan paku akan terkonsentrasi ke area yang sangat kecil di ujung runcing nan tajam.

Namun untuk kayu tumpul, maka area yang menyentuh dinding menjadi jauh lebih besar sehingga kekuatannya menjadi sedikit terkonsentrasi.

Konsentrasi inilah yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya tekanan pada benda padat, karena definisinya sendiri berupa jumlah gaya yang diberikan per area.

Adapun rumusnya adalah sebagai berikut:

P=A/F

Jadi untuk menciptakan sejumalh besar tekanan benda padat, maka kamu harusah mengerahkan kekuatan besar pada pemberi tekanan atau mengerahkan kekuatan di area kecil – bisa juga dilakukan keduanya di saat yang bersamaan.

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Tekanan Benda Cair

Sementara faktor yang mempengaruhi besarnya tekanan pada benda cair cukup kompleks, yakni harus melihat suatu titik dalam zat cair terlebih dahulu.

Beberapa hal yang wajib kamu catat diantaranya:

  • Massa jenis cairan (ρ)
  • Kedalaman cairan (h)
  • Percepatan karena gravitasi (g)

Adapun rumus yang bisa kamu gunakan adalah sebagai berikut:

P=hρg

Secara sederhananya, tekanan benda cair ini merupakan peningkatan tekanan pada kedalaman cairan.

Tekanan ini akan meningkat karena cairan pada kedalaman yang lebih rendah harus menopang semua air di atasnya.

Adapun istilah untuk menggambarkan tekanan ini disebut sebagai Tekanan Hidrostatik yang mengacu pada tekanan yang diberikan oleh fluida pada setiap titik di dalam ruang cair itu sendiri, dengan asumsi bahwa fluida tidak dapat dimampatkan dan dalam keadaan diam.

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa tekanan dalam zat cair ini hanya bergantung pada massa jenis zat cair, percepatan gravitasi, dan kedalaman dari zat cair yang mendapatkan tekanan tersebut.

Rumus Untuk Menemukan Massa Jenis Cairan (ρ)

Selama kamu berhasil menemukan angka yang menjadi penyebab atau faktor besarnya tekanan cairan tersebut, maka sudah barang tentu bisa dihitung dengan menggunakan rumus di atas.

Maka dari itulah, sebelum buru-buru menggunakan rumus tersebut, cari dulu ρ atau Massa Jenis Cairannya dengan menggunakan rumus berikut:

ρ=m/V

Dengan kata lain, kita harus mempertimbangkan arti dari setiap variabel yang ada dalam rumus terlebih dahulu.

Kepadatan cairan itu begitu penting karena memberi tahu kita berapa banyak massa yang dimiliki cairan per satuan volumenya.

Gravitasi kemudian memberikan gaya pada massa tersebut untuk menariknya ke bawah. Terakhir, ketinggian cairan memberi tahu kita berapa banyak cairan di atas benda yang mengalami tekanan.

Menariknya, masing-masing faktor penyebab besaran tekanan di atas pun memiliki satuan yang memudahkan kita dalam menghitungnya, diantaranya:

  • ρ: kg/m3
  • g: m/s2
  • h: m

Jika sudah mengerti ketiga faktor ini, maka sisanya tinggal dikalikan saja sehingga akan nampak angka yang ingin kamu ketahui.

Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Tekanan Udara

Terakhir adalah tekanan udara yang dipengaruhi oleh 5 faktor berbeda. Tekanan udara ini dikenal dengan sebutan berat udara atau air pressure dalam bahasa Inggris.

Udara merupakan komposisi dari berbagai macam gas sehingga memiliki berat jenis. Nah, berat udara pada setiap satuan luas di Bumi ini pun dikenal sebagai tekanan udara yang diwakili dalam satuan milibar.

Faktor Faktor yang mempengaruhi besarnya tekanan udara

1. Suhu

Ketika suhu meningkat, maka udara memuai karena kepadatannya berkurang sehingga menghasilkan tekanan rendah.

Di sisi lain, udara menyusut akibat suhu rendah sehingga kepadatannya meningkat yang menciptakan tekanan tinggi.

Contoh termudahnya bisa kita lihat di negara kita sendiri. Daerah khatulistiwa seperti Indonesia memiliki tekanan rendah karena suhunya tinggi. Sementara daerah kutub memiliki tekanan tinggi karena suhunya rendah.

2. Ketinggian Dari Permukaan Laut

Tekanan udara juga tercipta karena berat udara sehingga permukaan laut memiliki tekanan udara tertinggi dibandingkan dengan daerah di pegunungan.

Gambaran mudahnya bisa dilihat dari laju pernafasan kita, yang mana di daerah pegunungan lebih sulit bernafas daripada di daerah pantai akibat tekanan udara.

Tak heran orang yang suka mengudara selalu menggunakan tabung oksigen untuk mengatasi faktor alam yang satu ini.

3. Kelembapan

Perubahan air dari wujud cair ke wujud gas karena penguapan disebut sebagai kelembapan atmosfer secara alami.

Nah, uap air ini memiliki berat yang ringan sehingga mampu naik karena tekanan udara yang lembab menurun di saat yang bersamaan – berbeda dengan udara kering.

Dikarenakan jumlah uap air berubah dengan seiring berjalannya waktu dan tempat penguapan, maka secara otomatis tekanan udara juga bervariasi, sehingga kelembapan masuk sebagai faktor penyebab yang mempengaruhi besarnya tekanan.

4. Gravitasi Bumi

Sama halnya seperti tekanan pada cairan, ternyata gravitasi bumi pun mempengaruhi tekanan udara secara alami. Ini karena intensitas tarikan gravitasi berkurang saat kita menjauh dari inti bumi.

Contoh mudahnya bisa kita lihat saat daerah kutub yang lebih dekat ke inti bumi dibandingkan dengan daerah Khatulistiwa, sehingga membuatnya memiliki tekanan udara yang lebih tinggi.

5. Rotasi Bumi

Bumi kita berputar tanpa henti sehingga siang malam bisa terjadi. Namun siapa sangka ternyata perputarannya tersebut mempengaruhi tekanan udara!

Alasannya cukup sederhana, karena rotasi bumi akan menghasilkan gaya sentrifugal yang lebih berpengaruh di daerah Khatulistiwa, sementara daerah kutub lebih kecil pengaruhnya.

Gaya sentrifugal inilah yang mendorong benda menjauh dari intinya, sekaligus berpengaruh pada tekanan udara yang menghasilkan tekanan lebih rendah di Indonesia dibandingkan dengan daerah kutub.