Sudah berhasil mendapatkan banyak visitor tapi konversi penjualan masih loyo? Mungkin tampilan website anda yang menjadi biang keladinya.

Sudah bukan zamannya lagi website dengan tampilan berantakan, apalagi di zaman CMS canggih seperti sekarang. Bukan hanya masalah tampilan atau gaya-gayaan semata, juga berpengaruh pada konversi dan penjualan dalam jangka panjang.

Secara statistiknya, 55% dari para visitor atau calon pembeli hanya akan menghabiskan sekitar 15 detik saja untuk melihat-lihat segala macam yang ada di salah satu halaman website kita, untuk kemudian pergi dan beralih ke website lain.

Itu artinya, nasib bisnis kita ditentukan selama 15 detik pertama sesaat setelah visitor berkunjung ke salah satu halaman website.

Maka dari itulah, mending kita mulai benahi tampilan dan halaman website kita menjadi nampak lebih profesional, salah satunya dengan menggunakan tekhnik One Page atau Single Page.

Menariknya, tekhnik dan cara membuat website one page semacam ini sudah terbukti meningkatkan engagement, mengurangi dwell time, merampingkan bounce rate, dan tentu saja meningkatkan penjualan.

Jadi buat anda yang tertarik, mari kita telusuri tekhnik pembuatan konten level dewa yang satu ini, diawali dengan sebuah pertanyaan dasar.

Apa itu Website One Page?

Sesuai namanya, website one page atau dalam bahasa Indonesia berarti website satu halaman,  merupakan website yang terdiri satu satu halaman dan tampilan saja.

Secara konsepnya memang sederhana, akan tetapi ada banyak hal dan tekhnik yang terlibat di dalamnya, dimulai dari positioning, faktor psikologi, pemilihan bahasa yang akan digunakan, perpaduan warna, hingga call to action.

Tujuannya hanya satu: yaitu meningkatkan engagement atau bahkan konversi.

Rahasianya terletak pada tampilan website itu sendiri, yang biasanya mengarahkan pembaca ke titik yang kita inginkan (misalnya menuju tombol call to action).

Tak heran jika Website One Page biasanya tak menyertakan terlalu banyak embel-embel di sekitarnya, termasuk menghilangkan sidebar yang dapat mengganggu fokus atau mengalihkan pandangan.

Dikenal pula dengan sebutan single page website, akhirnya tekhnik pembuatan halaman dan konten semacam ini menjadi semakin populer di kalangan digital marketer – dan sekarang giliran anda untuk ikut andil bagian di dalamnya.

Masih kurang yakin juga?

Tengok dulu beberapa keuntungan menggunakan website single page berikut, lalu bandingkan dengan progress website anda saat ini!

Keuntungan Menggunakan Website Single Page

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa website single page dibuat hanya untuk memenuhi satu tujuan, yakni meningkatkan konversi (penjualan, branding, subscribe, dsb).

Akan tetapi sebelum mencapai goal atau hasil akhir tersebut, ada banyak proses yang terlibat.

Asyiknya, proses tersebut pun masih bisa kita sebut sebagai keuntungan!

Layaknya efek bola salju yang menggelinding dari puncak bukit yang semakin lama semakin membesar, berikut adalah keuntungan menggunakan website single page yang sekaligus meningkatkan otoritas website dan konversi cuan kita.

1. Meningkatkan User Engagement

Jika mengacu pada fakta di atas, sekitar 55% visitor kita menghabiskan sekitar 15 detik untuk menilai apakah halaman website kita layak dibaca atau tidak.

Nah, dengan metode One page website yang satu ini, maka bisa meningkatkan ketertarikan visitor untuk tetap membaca, mengikuti alur konten, dan akhirnya sampai di call to action untuk menghasilkan konversi.

Hasil akhir inilah yang disebut sebagai user engagement, artinya ada aksi yang dilakukan oleh sang pembaca!

Untuk alasan inilah, rata-rata pemilik website senantiasa menyuguhkan kata-kata sakti di awal paragraf, tak berbelit-belit, dan sejumlah tekhnik lainnya – yang nanti kita bahas secara terperinci di bagian “cara membuat single page” di bawah!

Ketika visitor mulai kepincut dengan paragraf pertama atau kedua yang kita berikan, di tulisan selanjutnya kita berikan lebih banyak informasi secara lengkap yang dibutuhkan.

Efek inilah yang nantinya akan mengurangi dwell time, merampingkan bounce rate, dan menjaga pembaca tetap betah di website kita.

2. Lebih Mudah Untuk Menyampaikan Cerita Anda

Bagi mereka yang sudah sering berkiprah di bidang Copy Writing, maka cerita dan pesan dalam bentuk konten menjadi salah satu pondasi utama untuk membuat si pembaca tetap betah di website dan kemudian diarahkan ke call to action.

Nah, dengan single page website semuanya menjadi jauh lebih mudah dilakukan karena semua informasi sudah terbungkus dalam satu halaman secara penuh.

Dengan didukung oleh struktur tulisan yang rapi dan positioning yang tepat, maka tulisan cerita anda pun akan bertambah bobotnya menjadi berkali-kali lipat.

Misalnya, di awal paragraf kita sudah memasukan kata-kata sakti yang menggelitik psikologi pembaca untuk menghadirkan rasa butuh, keinginan, dan harapan.

Setelah psikologi mereka berhasil menyatu dengan kata sakti kita, maka penyampaian cerita puh akan semakin mudah untuk dipahami dan diterima oleh pembaca.

Semua cerita yang kita sampaikan tentunya haruslah memuat segala macam pengetahuan, pengalaman, dan pemecahan masalah yang mereka hadapi.

Jika strukturnya dibuat dengan tepat, maka tak butuh waktu lama bagi pembaca untuk bisa sampai ke tombol call to action yang telah kita siapkan di beberapa titik strategis halaman tersebut.

Dengan kata lain, single page website bukan hanya memudahkan kita untuk menyampaikan sebuah pesan dalam bentuk tulisan, juga meningkatkan nilai setiap kata demi kata yang kita rangkai sedemikian rupa.

3. Desain Website Lebih Fokus

Kesederhanaan dan minimalis! Kedua kata ini sudah menjamur di kalangan masyarakat kita di hampir segala macam aspek, terutama dalam kehidupan sehari-hari.

Secara tak langsung, cara mereka melihat website kita pun akan berubah 180 derajat, dari yang dulu mengelu-elukan tampilan hebat dengan sejumlah animasi di sana-sini, berubah menjadi konten yang to the point.

Dikarenakan metode single page website ini lebih berfokus pada satu tujuan akhir (konversi), maka desain website pun secara otomatis menjadi jauh lebih terfokus – yang mana disukai oleh masyarakat milenial seperti sekarang.

Makanya, one page website lebih mengarahkan pembaca ke dalam satu aliran saja, yakni area tengah dari suatu halaman dengan cara menyingkirkan elemen-elemen pengganggu, terutama bagian sidebar dan animasi yang memberatkan.

Tapi bukan berarti kita tak boleh memasukan gambar dan video ke dalamnya – justru sebaliknya! Konten bergambar sangatlah dibutuhkan untuk mempertahankan pembaca agar tetap betah bersantai di website kita.

Biarkan para pembaca anda terus men-scroll ke bagian bawah dengan sejumlah konten mengasyikan, seru, dan mudah dicerna bagi mereka.

Berkat fokus yang terarah ini jugalah, pada akhirnya one page website mampu meningkatkan engagement para visitor menjadi jauh lebih powerful dibandingkan dengan konten yang terpisah-pisah.

Sederhananya, situs satu halaman ini cenderung mampu mengirimkan pesan dan ajakan untuk bertindak kepada visitor dengan lebih cepat dan tepat.

4. Ideal Untuk Perangkat Mobile

Dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu, sekarang para netizen lebih doyan melakukan browsing menggunakan handphone.

Fakta bahkan menyebutkan bahwa mereka yang berselancar dan mengunjungi halaman website dengan menggunakan PC lebih condong kepada para geek, blogger, dan jurnalis.

Sementara mereka yang hendak membeli barang dan calon konsumen potensial sebagian besar menggunakan handphone.

Itu berarti sudah menjadi kewajiban kita untuk mulai membangun website yang benar-benar mobile friendly, baik dari sisi tampilan maupun konten yang disajikan.

Untungnya, single page website lebih pas dan ideal bagi para pengguna mobile dan smartphone berkat tampilannya yang minimalis dan tak banyak basa-basi.

Kemudian fakta lain menyebutkan bahwa website yang ramah seluler juga mampu meningkatkan penjualan dan konversi anda karena tingkat kemudahan aksesibilitas yang dimilikinya.

Semakin ramah situs anda terhadap berbagai macam gadget di zaman sekarang, maka akan semakin tinggi pula penjualan yang bisa tercipta berkat kepercayaan visitor yang diberikan kepada kita.

Satu-satunya hal yang harus anda lakukan adalah dengan memilih tema yang mobile friendly jika menggunakan CMS seperti wordpress.

Sisanya, biarkan halaman single page anda melakukan tugasnya dengan baik karena memang sudah sangat pas dengan tampilan perangkat mobile secara alami.

Sekedar informasi tambahan, website yang ramah seluler juga merupakan salah satu sinyal SEO yang tak boleh anda abaikan begitu saja.

Cara Membuat Website One Page Dengan WordPress

Sejauh ini kita sudah tahu manfaat apa saja yang bisa kita dapatkan dengan menggunakan single page website, terutama bagi perkembangan bisnis kita.

Lantas, bagaimana cara membuat website satu halaman tersebut? Mudah atau tidak?

Jawabannya sederhana, tergantung cara yang anda gunakan. Karena ada beberapa langkah yang bisa membuat anda stres setengah mati, ada pula yang nampak seperti ketok magic.

Dikarenakan di zaman sekarang kemudahan menjadi favorit banyak orang, maka kita gunakan jalur tercepat saja, yakni dengan menggunakan CMS paling terkemuka di kalangan blogger luar dan Indonesia, WordPress.

1. Cara Membuat Website One Page Dengan Theme Tertentu

Adapun langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Install wordpress terlebih dahulu.
  2. Pilih theme yang mendukung statik page dengan tampilan sesuai kebutuhan. Misalnya, theme atau template yang menarik secara visual serta user friendly saat diotak-atik melalui opsi page builder.
  3. Tentukan titik fokus website anda. Biasanya terletak pada call to action, apakah dalam bentuk lead, penjualan, subscribe, dan sebagainya. Lain tujuan maka lain lagi desainnya.
  4. Desain website. Tentu saja, anda harus menentukan dimana kata sakti (power word) akan disematkan, gambar, produk, dan sebagainya.
  5. Buat konten.

Dikarenakan pembuatan konten cukup panjang, maka pembahasannya akan kita pisahkan di bawah ya!

2. Cara Membuat Website One Page Dengan Elementor

Semisal template yang anda miliki tidak mendukung tampilan statik page yang megah – dan kebetulan enggan membeli varian yang baru karena harganya mahal, maka cara alternatif terbaiknya adalah dengan menggunakan plugin Elementor.

Langkahnya masih sama seperti di atas, hanya saja ada sedikit improvisasi di beberapa titik bagian.

Diantaranya:

  1. Install wordpress.
  2. Pilih template pilihan anda. Pastikan warna dan ukuran huruf sesuai dengan kebutuhan.
  3. Install plugin elementor (gratis).
  4. Klik “new post”, lalu pilih “edit as elementor”.
  5. Lakukan langkah 3-5 seperti halnya anda menggunakan template wordpress premium.

Ada beberapa opsi yang bisa anda gunakan saat menggunakan Elementor, yakni dalam bentuk full polos, polos dan header, dan header sidebar.

Dikarenakan tujuan kita membuat single page website adalah agar tidak mengganggu fokus para pembaca dan mengarahkannya ke tempat yang kita inginkan (call to action), maka disarankan untuk menggunakan opsi “polos + header”.

Kenapa?

Header masih dibutuhkan dalam upaya branding merk kita.

Cara Membuat Konten untuk Website One Page

Konten bisa menentukan segalanya!

Tergantung dari tujuan anda dalam membuat single page tersebut, maka formatnya haruslah disesuaikan agar aksi dari para visitor tidak melenceng.

Misalnya khusus untuk single page yang ditujukan untuk brandingan merk dan profil perusahaan, maka nama bisnis atau merk dagang haruslah ditekankan di sini.

Jangan lupa juga untuk memasukan nama-nama staff ahli yang terlibat di dalamnya, pernah terfitur di mana saja, penghargaan yang pernah didapat (jika ada), dan call to action.

Tetapi jika single page website anda digunakan untuk menjual sebuah produk atau jasa, maka tahapannya cukup mendalam! Dan berikut adalah tipsnya:

1. Masukan Kata Sakti

Mengutip kata-kata di awal, kita hanya memiliki waktu sekitar 15 detik untuk membuat visitor kita terkesan.

Itu artinya, jangan pernah membuat opening yang penuh basa-basi, tak enak dilihat, dan membingungkan.

Sebaliknya, buatlah kata sakti yang mewakili semua konten kita dalam beberapa kata, mengerti kebutuhan visitor, menjanjikan solusi, dan rangkai dalam satu paragraf utama.

Tambahkan pula beberapa fakta yang cukup mencengangkan!

Contoh konkritnya bisa anda lihat pada opening artikel yang tengah anda baca saat ini!

Di awal-awal, kita menuliskan kata seperti:
Sudah berhasil mendapatkan banyak visitor tapi konversi penjualan masih loyo? Mungkin tampilan website anda yang menjadi biang keladinya.

Ini berarti, artikel tentang single page ini memang dikhususkan bagi anda yang ingin meningkatkan penjualan atau konversi melalui website.

Tak lupa juga artikel ini dibumbui fakta yang bisa membuat orang tercengang, yang mana bisa menyentuh psikologi pembaca kita secara tertarget.

2. Perkuat Cerita Anda Dengan Multimedia

Tahukah anda bahwa sebanyak 85% para peselancar di internet cenderung lebih tertarik pada gambar?

Dikarenakan kebanyakan pembaca kita merupakan makhluk visual, maka kita harus menambahkan cerita kita dalam bentuk gambar atau video.

Tak perlu secara penuh, cukup jadikan pendukung saja diantara artikel yang telah anda tulis.

Sebaliknya, single page website yang hanya berisi tulisan saja kurang begitu diminati bagi sebagian besar orang – apalagi jika sasaran anda adalah untuk menjual produk dan jasa.

Jadi, pastikan anda perkaya teks dengan foto, video, dan tayangan slide demi memikat sekaligus mendidik pembaca anda secara lebih efektif lagi.

3. Pasang Call to Action yang Ampuh

Call to action adalah finishing atau klimaks dari konten yang telah anda buat.

Bagaimana tidak, titik inilah yang menentukan apakah visitor potensial anda menjadi seorang pelanggan atau tidak? Melakukan aksi yang kita inginkan atau tidak? Subscribe atau tidak? dan sebagainya.

Tentu saja, call to action yang ampuh terkait erat dengan tujuan yang ingin anda capai. Misalnya bisa berupa tombol untuk order, membeli, atau bergabung ke dalam mailing list.

Kuncinya ada pada kata-kata persuasif yang harus anda sertakan tepat di atas call to action tersebut.

Secara keseluruhannya, single page website masih sama seperti halnya situs atau blog yang menyuguhkan konten.

Bedanya, one page cenderung lebih terfokus pada satu tujuan, menyajikan semua informasi dalam satu halaman, menggabungkan antara konten informatif dan persuasif, serta bermain-main dengan psikologi para pembaca.

Jika anda bisa memanfaatkan kelebihan single page website secara maksimal, maka konversi penjualan dapat meningkat secara natural.