Cara Membaca Dan Menggunakan Jangka Sorong

Jangka sorong adalah salah satu alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran pokok panjang. Sebelum kita membahas tentang bagaimana cara membaca jangka sorong, kalian sudah mengetahui fungsi dari jangka sorong itu sendiri? Jangka sorong adalah alat ukur besaran panjang yang dapat menentukan ukuran diameter luar dan dalam sebuah benda serta kedalaman. Ketiga fungsi ini membuat jangka sorong alat ukur yang baik. yaitu memiliki ketelitian yang baik yaitu ± 0,05 mm. Pembacaan dan penggunaan dari ketiga fungsi ini adalah sama.

Jenis-Jenis Jangka Sorong

Skala pada jangka sorong pertama kali dikenalkan oleh Pierre Vernier, seorang ahli teknik berkebangsaan Prancis. Dan banyak sekali perubahan dari alat ini dari masa ke masa. Saat ini kita mengenal dua jenis jangka sorong. Jenis jangka sorong tersebut adalah jangka sorong manual atau yang dikenal dengan jangka sorong analog. Jenis yang kedua dari jangka sorong adalah jangka sorong digital.

Jangka Sorong Analog atau Jangka Sorong Manual

Secara umum, jangka sorong memiliki komponen atau bagian-bagian jangka sorong yang sama baik digital maupun analog atau manual. Yang membedakan adalah pembacaan hasil pengukuran saja. Berikut ini gambar bagian-bagian dari jangka sorong.

Bagian-Bagian Jangka Sorong

Bagian-bagian jangka sorong terdiri dari

  1.  Rahang dalam : Berfungsi untuk mengukur diameter dalam
  2. Rahang luar : Berfungsi untuk mengukur diamter luar
  3. Pengukur kedalaman : Berfungsi mengukur kedalaman benda
  4. Skala Nonius
  5. Pengunci
  6. Skala Utama
Baca juga >>
7 Besaran Pokok dan Besaran Turunan: Contoh, Satuan dan Dimensi

Pengunci

Bagian ini berfungsi untuk menahan bagian-bagian dari rahang tetap dan rahang geser untuk tetap pada posisinya. Hal ini memungkinkan kita mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Rahang Luar

Rahang luar terdiri dari rahang tetap dan rahang geser. Sisi bagian luar benda, anda bisa mengukur diameter luar sebuah benda, ketebalan sebuah benda, panjang sebuah benda dengan ketelitian yang cukup baik.

Rahang Dalam

Rahang yang terdiri dari rahang tetap dan geser ini digunakan untuk mengukur diameter ukurang dalam sebuah benda. Misalkan anda ingin mengukur diamter dalam sebuah botol atau hasil pengeboran, maka anda bisa menggunakan Rahang dalam ini untuk melakukan pengukuran.

Pengukuran Kedalaman

Bagian yang digunakan untuk mengukur kedalaman biasanya terletak pada ujung jangka sorong. Anda harus menegakkan alat ini jika anda ingin mengukur kedalam sebuah benda.

Skala Utama

Skala utama inilah yang digunakan kita untuk melihat hasil pengukuran dalam bentuk satuan cm. Yang perlu anda pahami jika membaca hasil pengukuran jangka sorong adalah lihat skala utama sebelum skala 0 nonius.

Skala Nonius

1 bagian skala nonius (jarak antara dua garis skala nonius yang berdekatan) sama dengan 0,9 mm. Tergantung jumlah dari skala nonius. Skala nonius inilah yang membuat skala pengukuran pada jangka sorong semakin baik dalam hal ketelitiannya. Sehingga memungkinkan kita untuk menghindari kesalahan semakin kecil.

Jangka Sorong Digital

Secara umum bagian-bagian dari jangka sorong digital sama dengan jangka sorong analog. Yang membedakan pada digital, ada lcd yang digunakan untuk menampilkan hasil pengukuran. Sedangkan jika pada jangka sorong analog kita harus mengitung berapa hasil pengukuran dari jangka sorong tersebut. Berikut ini bagian-bagian dari jangka sorong digital.

Baca juga >>
Apa yang Menjadi Objek Pengamatan IPA?

Jangka Sorong Digital
                                                                                             Jangka Sorong Digital

Jika kita membandingkan kedua jangka sorong tersebut, jangka sorong digital dan jangka sorong analog maka yang membedakan pada digital terdapat LCD yang digunakan untuk menampilkan hasil pengukuran. LCD ini dilengkapi dengan tombol on dan off. Hasil pengukuran dapat langsung anda lihat pada layar LCD tersebut. Anda tidak harus menentukan skala utama dan skala noniusnya, Bagaiamana mudah bukan? Lalu bagaimana caranya kita menggunakan dan membaca jangka sorong secara manual?

Cara Menggunakan Jangka Sorong

Jangka Sorong Digital

Jika kita menggunakan jangka sorong digital maka berikut ini langkah-langkah yang harus kamu lakukan.

  1. Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menekan tombol on pada layar LCD pada alat tersebut
  2. Langkah kedua, tentukan objek benda yang akan anda ukur. Apakah anda ingin mengukur diamter atau ketebalan, mengukur diamter dalam atau anda ingin mengukur kedalaman benda tersebut. Silahkan anda bersihkan permukaan benda tersebut yang hendak anda ukur. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan partikel yang menempel pada permukaan benda
  3. Langkah ketiga, tutup geser rahang hingga mengapit benda yang diukur. Kemudian anda kecangkan skrup pengunci jangka sorong supaya rahang geser tidak bergeser lagi.
  4. Langkah keempat, silahkan anda baca hasil pengukuran anda pada layar LCD

Jangka Sorong Analog atau Jangka Sorong Manual

Jika kita menggunakan jangka sorong analog maka berikut ini langkah-langkah yang harus kamu lakukan

  1. Langkah pertama, tentukan objek yang hendak diukur
  2. Langkah kedua, buka pengunci dan pastikan angka nol (0) pada skala nonius dan skala utama berhimpit atau bertemu. Setelah permukaan benda dibersihkan maka anda bisa mengeser rahang gesernya sehingga rahang geser berhimpit dengan benda
  3. Langkah Ketiga tutup geser rahang hingga mengapit benda yang diukur. Silahkan anda catat hasil yang ditunjukan pada skala utama dan skala nonius. Catat skala utama yang terlihat sebelum angka nol pada skala nonius. Kemudian anda catat skala nonius yang berhimpit dengan skala utama
  4. Kemudian anda hitung hasil pengukuran pada jangka sorong tersebut
Baca juga >>
Besaran Pokok, Besaran Turunan, dan Satuannya

Cara menghitung dan Membaca Hasil Pengukuran Jangka Sorong

Pada jangka sorong terdapat dua skala, yaitu skala utama dan skala nonius. Skala utama terdiri dari deretan angka 0, 1, 2, 3, 4, 5 cm, dan seterusnya yang berada pada bagian batang tengah yang tetap. Ada juga skala utama dalam satuan inci pada bagian atasnya, sama seperti penggaris mistar. Kemudian pada bagian yang bisa digeser atau yang dikenal dengan rahang geser adalah skala nonius untuk menunjukkan satuan 0,1 mm.

Untuk memahami bagaimana cara membaca hasil pengukuran menggunakan jangka sorong perhatikan gambar berikut ini:

Cara membaca hasil Jangka Sorong
                                                                       Cara membaca hasil Jangka Sorong

Pertama Perhatikan skala utama yang ditinjukan sebelum skala nol (0) nonius adalah 5.1 cm. Kemudian skala nonius yang ditunjukan adalah skala nonius yang berhimpit dengan skala utama yaitu 6.5. Hasil skala ini dikalikan dengan 0.01 cm hasilnya 6,5 x 0,01 = 0,065 cm. 0,01 adalah ketelitian alat jangka sorong. Ketelitian ini bisa anda cari di alat, karena biasanya tertulis di alat tersebut.

Maka hasil dari pengukuran ini adalah

Hasil = Skala Utama + Skala nonius
Hasil = 5,1 c, + 0,065 = 5,165 cm

Cara Menyajikan Data Hasil Pengamatan Secara Ilmiah

Secara ilmiah hasil pengukuran dari sebuah alat harus ditulis secara baik. Penulisan hasil pengukuran sebagai berikut:

L = x ± Δ x

dimana Δ x adalah 1/2 dari nilai ketelitiannya yaitu 1/2 . 0.01 = 0,005 cm. Jadi ada dua hasil yang memungkinkan yaitu X + Δ x dan X-Δ x .

maka hasil pengukuran di atas adalah

L = 5.165 ± 0.005 cm

Demikianlah pembahasan kita bagaimana cara membaca jangka sorong dan cara menuliskan hasil pengukuran jangka sorong. Anda bisa mencoba Jangka sorong secara virtual silahkan anda klik Jangka Sorong Virtual untuk mencobanya sehingga anda lebih memahami materi ini.  Semoga menambah wawasan anda dan jangan lupa di share ya supaya teman-teman yang lain juga semakin memahaminya.