Cara Daftar E-Form BRI Online Mudah dan Cepat

Demi mendapatkan bantuan berupa uang tunai bernama BPUM dari pemerintah yang bersumber dari APBN, para pelaku UMKM seperti kita wajib daftar melalui E-Form BRI.

Nantinya, E-Form BRI ini juga bisa kita gunakan untuk melakukan reservasi secara online sehingga memudahkan proses, menghemat tenaga, dan juga waktu.

Sayangnya, hampir lebih dari setengahnya masyarakat kita masih belum melek dunia teknologi sekalipun sudah sering bermain-main dengan media sosial setiap harinya.

Rata-rata diantara kita seringkali mengalami kebingungan terhadap navigasi yang disediakan oleh pemerintah karena cenderung sangat resmi dan banyak sekali persyaratan yang harus kita isi.

Maka dari itulah, melalui postingan ini kami akan memperlihatkan cara daftar E-Form BRI dengan mudah agar dana bantuan segera cair dan bisa kamu gunakan sebagai modal usaha.

Cara Daftar BPUM BRI

Sebelum kita masuk ke bahasan utama, penting sekali bagi kita untuk melakukan pendaftaran BPUM terlebih dahulu.

Ini semata-mata agar nantinya nama atau NIK kita terdaftar di E-Form BRI sehingga proses pendaftaran bisa dilanjutkan.

Lagipula tak ada artinya jika kamu mencoba untuk daftar antrian di E-Form BRI akan tetapi belum terdaftar sebagai penerima BPUM.

Dengan kata lain, pendaftaran BPUM ini merupakan langkah awal dan dasar untuk mendapatkan dana bantuan yang kita nanti-nantikan sebagai modal bisnis kita.

Tak perlu khawatir juga karena semua prosesnya dilakukan secara online, sehingga kamu tak perlu mengeluarkan ongkos untuk pergi keluar rumah dan menghemat tenaga serta waktu.

Adapun langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Buka browser lalu kunjungi form pendaftaran yang disediakan di Google Form.
  2. Penting! Masing-masing daerah memiliki link pendaftaran yang berbeda. Misalnya untuk kota Depok adalah: https://ly/bpumdepok2021. Jadi, mintalah kepada RT setempat mengenai link pendaftaran tersebut.
  3. Pada tampilan awal, biasanya kita akan diberi tahu secara detail mengenai informasi BPUM, syarat, siapa saja yang berhak mendapatkan dana tersebut, dan sebagainya. Silahkan dibaca dan dipelajari ya!
  4. Kemudian scroll ke bawah untuk menemukan form pendaftaran yang harus diisi.
  5. Adapun data yang dibutuhkan diantaranya: NIK, Nomor KK, Nama Sesuai KTP, Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Alamat Lengkap Sesuai KTP, Kecamatan, Alamat Tempat Usaha, Kecamatan Tempat Usaha, Bidang Usaha, NIB, dan Nomor Handphone Aktif.
  6. Kemudian kita dimintai untuk mengupload beberapa dokumen penting sebagai bukti termasuk: Foto NIB, Foto KTP, Foto KK, dan Foto Tempat Usaha. Jadi pastikan kamu sudah mempersiapkannya terlebih dulu ya!
  7. Pada bagian “PERNYATAAN KEBENARAN/KEABSAHAN DATA”, silahkan centang saja di kotak yang telah disediakan.
  8. Klik tombol “Submit” untuk melanjutkan.

Dengan menekan tombol tersebut, maka semua data akan langsung dikirimkan ke pemerintah. Nantinya, pemerintah kita akan melakukan seleksi apakah kita layak menerima bantuan tersebut atau tidak.

Cara Daftar Antrian E-Form BRI

Dana BPUM ini dibagi ke dalam beberapa gelombang. Untungnya, cara mendaftarkan diri untuk mendapatkan antrian dan dana bantuan ini masih sama saja, sehingga kemungkinan besar postingan ini dapat kamu gunakan untuk gelombang-gelombang berikutnya.

Dulu, website pendaftaran ini hanya digunakan untuk memeriksa saja apakah nama kita masuk ke dalam daftar penerima bantuan atau bukan.

Dengan memasukan NIK (nomor KTP), maka hasilnya akan muncul. Jika warnanya hijau, maka kita masuk ke dalam daftar penerima bantuan. Namun jika merah, maka kita tidak terdaftar atau tidak memenuhi kriteria penerima BPUM.

Khusus buat yang sudah terdaftar, maka proses ini bisa dilanjutkan secara online untuk mendapatkan reservasi.

Untungnya, sekarang kita bisa melakukan pendaftaran atau reservasi online melalui website E-Form BRI tersebut.

Cara daftarnya sendiri sangat mudah dan tidak ribet, tinggal ikuti saja langkah-langkah lengkapnya berikut ini.

  1. Buka browser di Handphone atau PC masing-masing, lalu akses alamat berikut: https://eform.bri.co.id/bpum.
  2. Pada tampilan awal, silahkan masukan nomor KTP (NIK) di dalam kolom yang telah disediakan, kemudian susul dengan memasukan kode verifikasi. Setelah itu klik tombol “Proses Inquiry”.
  3. Jika misalnya ada tulisan yang di-highlight berwarna hijau, maka nama dan NIK kamu sudah terdaftar. Tinggal lanjutkan saja proses pendaftaran E-Form BRI tersebut.
  4. Silahkan pilih “Provinsi”, “Kabupaten/Kota”, dan “Unit Kerja”.
  5. Tepat setelah memilih Unit Kerja, maka akan muncul daftar “Jadwal” yang bisa kita pilih. Dapatkan jadwal yang masih kosong dengan cara mengkliknya. Jika misalnya sudah penuh, maka daftar jadwal tersebut tidak dapat diklik. Tahap ini memang cukup menantang karena kita harus mencari jadwal yang kosong dan bersaing dengan penerima bantuan BPUM lainnya.
  6. Katakanlah kamu sudah berhasil mendapatkan jadwal antrian, lanjutkan dengan memasukan kode verifikasi pada kolom yang telah disediakan. Lalu klik tombol “Proses Reservasi”.
  7. Jika berhasil, maka kamu akan mendapatkan nomor referensi.

Penting! Harap save layar tersebut atau catat nomor referensi yang didapatkan. Di halaman ini juga akan tertera ke cabang mana kamu harus datang lengkap dengan hari dan tanggalnya.

Nantinya kita akan diminta menunjukkan isi layar ini kepada para petugas di lapangan. Jadi, jangan sampai nomor referensi ini jatuh ke tangan orang lain ya!

Penyebab Tidak Lolos Seleksi BPUM BRI

Usut punya usut, ternyata kejadian kamu tak lolos seleksi BPUM ada penyebabnya. Bahkan sekalipun di tahun sebelumnya kamu sudah berhasil terdaftar, namun bukan berarti kamu tak akan gagal di seleksi berikutnya.

Sebagian besar penyebabnya ada pada syarat yang tak terpenuhi. Setidaknya ada 4 hal yang memiliki efek paling besar, diantaranya:

  • Memiliki pinjaman di Bank/KUR.
  • Tidak mencairkan dana BPUM di tahun sebelumnya, yang mengakibatkan data kita dianggap tidak aktif. Perlu diingat bahwa setiap pencarian dana BPUM itu ada batas waktunya, jadi jika telat sehari saja maka akan berpengaruh pada pencarian dana di gelombang berikutnya.
  • Terdeteksi sebagai penerima bansos ganda. Ini termasuk kartu prakerja atau bantuan sosial lainnya. Demi menghindari salah sasaran, pemberian dana BPUM ini akhirnya diperketat dengan cara melakukan sinkronisasi data oleh pemerintah kita.
  • Terjadi Error di E-Form BRI.

Kemungkinan terakhir (error) ini memang bisa bikin kita garuk-garuk kepala tak gatal. Hampir tak ada yang bisa kita lakukan selain mencobanya lagi setiap 24 jam sekali.

Banyak pula orang yang tak jadi melakukan pencairan dana akibat masalah yang satu ini, sehingga mempengaruhi seleksi mereka di tahun berikutnya.

Jadi langkah praktisnya adalah untuk terus bersabar dalam mencoba mengeceknya jika semua persyaratan dirasa sudah dipenuhi secara sempurna.

Dana BPUM ini terbilang cukup besar bagi UMKM, yaitu antara 1,2 hingga 2,4 juta. Maka dari itulah, layak untuk kita perjuangkan semaksimal mungkin.

Selalu berkonsultasi dengan RT setempat jika ada masalah-masalah terkait dokumentasi. Minta pula anak muda seperti karang taruna di kampung masing-masing jika mengalami kesulitan dengan proses yang berbau online dan teknologi.