Arti Allahumma Ansitu Rahimakumullah Sholat Jumat

Sholat Jumat adalah aktivitas ibadah salat wajib yang dilaksanakan secara berjama’ah bagi lelaki muslim setiap hari Jumat yang menggantikan salat zuhur. Salat Jumat hanya dipraktikkan oleh penganut Sunni dan tidak dipraktikkan oleh penganut Syi’ah. Namun klaim ini dibantah banyak penganut Syi’ah. Bahkan di Iran sendiri, yang mayoritas penduduknya menganut Syiah, salat Jumat memiliki peranan penting dengan menjadikannya semacam “panggung” politik. Khususnya untuk mengecam Amerika Serikat dan pemerintahan Zionis Israel.

Apa itu Sholat Jumat

Sholat Jumat merupakan kewajiban setiap orang beriman, hal ini tercantum dalam Al Qur’an dan beberapa hadits:

“ Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, dan itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui. (Al Jumu’ah 62:9).

Sholat Jumat diwajibkan bagi setiap muslim yang sudah baligh dan berakal, Laki-laki, Orang yang merdeka, Orang yang menetap bukan musafir, Orang yang tidak ada halangan (uzur) apapun. Dan tidak diwajibkan bagi budak (hamba sahaya), Musafir, Wanita, Anak kecil, Orang sakit, Orang yang tertidur pulas, Orang gila dan Muallaf dengan adanya uzur (halangan) contoh: Dokter, Yang menjaga keamanan masjid.

Ada ancaman bagi lelaki yang meninggalkan atau meremehkan salat Jumat selama tiga kali berturut-turut, yaitu akan ditutup hatinya yang bisa menyebabkan terhalang masuknya hidayah dan rahmat, kemudian menjadi orang yang benar-benar lalai dan dianggap sebagai orang munafikyang tidak mengakui (menganggap) Islam sebagai agamanya.

Apa Itu Sholat Jumat

Adapun tata cara pelaksanaan salat Jum’at, yaitu:

  • Mengumandangkan azan zuhur sebagai azan pertama
  • Khatib naik ke atas mimbar setelah tergelincirnya matahari (waktu dzuhur), kemudian memberi salam dan duduk.
  • Muadzin mengumandangkan azan sebagaimana halnya azan zuhur. Pada beberapa masjid azan ini adalah azan kedua.
  • Khotbah pertama: Khatib berdiri untuk melaksanakan khotbah yang dimulai dengan hamdalah dan pujian kepada Allah SWT serta membaca selawat kepada Rasulullah. Kemudian, memberikan nasihat kepada para jama’ah, mengingatkan mereka dengan suara yang lantang, menyampaikan perintah dan larangan Allah SWT dan rasul-Nya, mendorong mereka untuk berbuat kebajikan, menakut-nakuti mereka dari berbuat keburukan, dan mengingatkan mereka dengan janji-janji kebaikan serta ancaman-ancaman Allah Subhannahu wa Ta’ala.
  • Khatib duduk sebentar di antara dua khotbah
  • Khotbah kedua: Khatib memulai khotbahnya yang kedua dengan hamdalah dan pujian kepada-Nya. Kemudian, melanjutkan khotbahnya dengan pelaksanaan yang sama dengan khotbah pertama sampai selesai.
  • Khatib kemudian turun dari mimbar. Selanjutnya muazin melaksanakan iqamat untuk melaksanakan salat. Kemudian memimpin salat berjama’ah dua rakaat dengan mengeraskan bacaan
Baca juga >>
Jadi PNS Hasil Nyogok,Gajinya Haram Seumur Hidup!

Pada salat Jumat setiap muslim dianjurkan untuk memperhatikan hal-hal berikut:

  • Mandi, tata cara mandi jumat sama dengan tata cara mandi junub,
  • Bersiwak atau sikat gigi,
  • Memangkas kumis,
  • Memakai parfum,
  • Mengenakan pakaian terbaik,
  • Memotong kuku,
  • Membaca surah al-Kahfi pada malam Jumat dan siangnya,
  • Memperbanyak shalawat,
  • Datang lebih awal ke masjid, agar datang sebelum khotib naik mimbar dan mengucapkan salam,karena sesudah mengucapkan salam bahwasan nya malaikat pun ikut duduk dan tidak mencatat orang yang datang ke masjid ketika khotib sudah mengucapkan salam,
  • Memperbanyak solat sunnah,
  • Memperbanyak berdoa (meminta)
  • Mendengar khotbah, dengan penuh perhatian dan diam. Jika melihat orang yang bercanda ketika khotbah berlangsung, agar tidak untuk menasehatinya,karena jika demikian bisa termasuk lagho (lalai),
  • Tidak duduk memeluk lutut,
  • Salat sunnah setelah salat Jumat,
  • Memperbanyak amal baik seperti sedekah.

Arti Allahumma Ansitu Rahimakumullah Sholat Jumat

Arti Allahumma Ansitu Rahimakumullah Sholat Jumat

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ، رُوِيَ عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، اَنَّهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ اَنْصِتْ وَالْاِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ، وَمَنْ لَغَا فَلَا جُمْعَةَ لَهُ، اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللّٰهُ

Ma’a sirol muslimin wa zumrotul mu’minin rohimakumullah, ruwiyya ‘an abii huroiirota radiallahuanhu, annahu qaala, qaala rasulullah salawlahualaihi wassalam, iza kulta lisohibika yaumal jum’ati ansit,wal immamu yahtubu faqat laghout, waman lagho fala jum’at alahu, ansitu wasma’u wa’ati’u rohimakumullah.

Artinya :
“Wahai golongan kaum muslim dan kaum mukmin, semoga Allah senantiasa memberikan rohmat-Nya kepada kamu sekalian. Diriwayatkan dari sahabat Abu Huraiarah ra., bahwasanya beliau berkata, Rosulullah SAW bersabda : ketika kamu berkata “ansit” kepada temanmu pada hari jum’at (sholat jum’at), sedangkan khotib sedang berkhutbah, maka kamu telah melakukan hal yang sia-sia. Barang siapa yang melakukan hal sia-sia, maka tidak ada jum’at baginya, maka perhatikan, dengarkan, dan ta’atilah, semoga Allah memberikan rohmat kepada kamu sekalian.”

Baca juga >>
Benarkah Corona Tertulis di Al-Qur'an?

Catatan :
Kata “ansit” di sini adalah kata seruan untuk memperingati seseorang, misalnya “stttt !!!” juga merupakan kata “ansit” yang memberikan artian ajakan untuk diam, “hei” juga merupakan kata “ansit” yang memberikan artinya ajakan untuk tidak ramai, dan lain sebagainya.

Order via Whatsapp !