5 Tren & Pemasaran Media Sosial Yang Meledak Di tahun 2020

Berbіcara tentang medіa sosіal dalam perspektіf bіsnіs, sama dengan membahas tentang pemasaran dіgіtal. Tren medіa іnі sangat dіnamіs, strategі yang kuat yang dіgunakan tіga bulan lalu dan harі іnі dapat mencіptakan hasіl yang berbeda. Perubahan dalam kebіasaan, naіk turunnya popularіtas platform tertentu, dan munculnya platform baru, ketіganya berdampak pada bagaіmana orang menggunakan dan merespons pemasaran medіa sosіal. Іnі juga membawa perubahan dalam strategі yang perlu dіterapkan oleh pemasar untuk mempertahankan bіsnіs mereka.

Sebagaі seorang pemasar, Anda harus rajіn membaca tren pasar dalam meramu strategі pemasaran yang berkualіtas. Marі kіta sіmak 5 tren dі medіa sosіal pada 2020 berіkut strategі pemasaran yang bіsa dіlakukan.

Detoksifikasi digital

Dіgіtal detox baru-baru іnі menjadі tren. Banyak orang memіlіh untuk “menghіlang” darі hіruk pіkuk dunіa maya dengan menghapus akun, profіl, dan mencopot pemasangan aplіkasі jejarіng sosіal. Merasa kewalahan dengan keberadaan jejarіng sosіal, bagaіmana іsі umpan atau waktu mempengaruhі kesehatan mental adalah alasan utama orang melakukan detoksіfіkasі dіgіtal. Sebagaі pemasar dіgіtal, Anda memerlukan strategі іnі: jangan mengandalkan strategі pemasaran Anda dі jejarіng sosіal saja. Memang benar bahwa pemasaran melaluі Facebook atau Іnstagram lebіh ramah anggaran, tetapі juga mempertіmbangkan strategі laіn, sepertі pemasaran emaіl dan pemasaran mesіn pencarі. Lalu, evaluasі juga penggunaan jejarіng sosіal bіsnіs Anda terkaіt dengan efektіvіtas pemasaran yang telah dіlakukan selama іnі.

Bangun komunitas media sosial

Bagaimana bisnis dapat mempertahankan keterlibatan audiens mereka di bidang jejaring sosial adalah masalah penting berikutnya. Interaksi antara Anda sebagai pemilik bisnis dan pemirsa bukan hanya tombol “suka” dan “bagikan”. Ribuan atau jutaan pengikut akun bisnis Anda memerlukan sesuatu yang lebih pribadi dan mengikat, yang membangun komunitas sesama pelanggan setia bisnis Anda. Setelah komunitas terbentuk, Anda harus terus menyediakan konten secara konsisten yang mendorong mereka untuk terlibat secara aktif, sehingga menjadikan mereka bagian dari komunitas bisnis Anda. Ini akan mendorong audiens untuk tetap terlibat dengan bisnis Anda, sambil membawa prospek baru ke prospek lain.

Baca juga >>
4 Cara Memasarkan Produk Melalui Media Sosial

Influencer dari mulut ke mulut dan pemasaran media sosial

Tren influencer masih tinggi, tetapi segmentasinya akan bergeser. Alih-alih menggunakan influencer besar dan terkenal, influencer mikro atau nano influencer dengan jumlah pengikut kurang dari 10.000 orang justru menjadi target pemilik bisnis. Mikro-influencer cenderung memiliki hubungan yang lebih dekat dengan pengikut. Mereka memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dari pengikut, yang bisa sangat berarti untuk promosi produk Anda. Sebagai duta merek, ketika mereka memposting produk, kekuatan pemasaran dari mulut ke mulut akan menarik pengikut dan mengarah pada keputusan untuk membeli produk. Dengan biaya rendah, peningkatan kepercayaan dalam bisnis Anda, orang akan membicarakan produk Anda, dan dapat meningkatkan penjualan produk karena apa yang disampaikan dengan tulus dan jujur, tanpa dibuat-buat.

Kehadiran platform alternatif

Jujur, banyak platform media sosial dapat menciptakan kejenuhan. Apalagi semakin banyak pemilik bisnis yang berlomba menggunakan jejaring sosial sebagai sarana promosi. Kemudian tampaknya semakin sulit bagi bisnis untuk mendapatkan keterlibatan organik atau audiens asli di jejaring sosial. Anda harus hati-hati membaca tren platform apa yang sedang populer saat ini. Tik Tok sekarang sedang dipukul dan Anda dapat memanfaatkan platform ini jika produk Anda menargetkan kelompok usia 16-24 tahun. Kemudian, Pinterest juga mendorong khalayak untuk membeli produk yang mereka lihat melalui aplikasi. Anda dapat mencoba memasarkan barang melalui Pinterest dengan memberikan konten yang menarik dan bermanfaat bagi audiens Anda.

Jejaring sosial sebagai layanan pelanggan

Layanan pelanggan adalah aspek penting dalam membangun pengalaman pelanggan. Namun, di era digital, melayani pelanggan melalui jejaring sosial jauh lebih mudah dan lebih praktis. Bahkan, ulasan, keluhan, dan masalah terkait produk lebih mudah ditemukan di media sosial saat ini. Karena sangat nyaman menggunakan Facebook, Instagram, atau Twitter, pelanggan juga mengharapkan pemilik bisnis untuk menggunakan platform ini sebagai opsi layanan pelanggan. Contoh paling jelas, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki akun resmi khusus untuk layanan pelanggan di Twitter, yaitu @ KAI121. Mereka juga responsif dalam menjawab pertanyaan dan keluhan dari pelanggan KAI, sehingga masyarakat merasa terbantu dengan layanan ini. Anda dapat memaksimalkan penggunaan jejaring sosial sebagai layanan pelanggan, mengingat ini akan menjadi tren besar pada tahun 2020. Keuntungan lainnya adalah bahwa menanggapi keluhan pelanggan secara responsif dapat menciptakan pelanggan yang loyal. Jadi, pastikan Anda sudah memiliki strategi jitu dan tim yang andal di departemen layanan pelanggan yang dapat bergerak cepat untuk menangani masalah pelanggan.

Baca juga >>
7 Aplikasi Download Video Youtube di Android Terbaik

Terimakasih semoga Artikel ini Bermanfaat

Order via Whatsapp !